Palangka Raya, Nusaborneo.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K Yunianto, menyerukan agar aparat keamanan dan masyarakat menahan diri menyusul beredarnya informasi dugaan penembakan terhadap warga Desa Baronang saat aksi unjuk rasa di area hauling PT Asmin Bara Baronang, Selasa (3/3/2026).
Sigit mengaku masih melakukan konfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut. Ia menegaskan, apabila dugaan penembakan oleh aparat terbukti benar, maka tindakan tersebut dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan pendekatan persuasif dalam penanganan aksi massa.
“Saya masih mengonfirmasi informasi yang beredar. Jika benar ada tindakan represif menggunakan senjata terhadap warga yang menyampaikan aspirasi, tentu hal itu sangat disayangkan. Aparat seharusnya mengedepankan dialog dan pendekatan humanis,” ujarnya kepada awak media.
Peristiwa ini mencuat setelah beredar video di media sosial dan grup percakapan yang memperlihatkan situasi ricuh saat aksi berlangsung. Dari informasi yang beredar, seorang peserta aksi bernama Supantri, yang dikenal dengan sebutan Raja Gunung dan disebut sebagai salah satu koordinator aksi dari elemen masyarakat adat, mengalami luka di bagian kaki dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Sigit menekankan bahwa masyarakat yang menyampaikan aspirasi bukanlah pihak yang harus diposisikan sebagai lawan. Menurutnya, konflik yang terjadi di sekitar aktivitas perusahaan semestinya diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat guna menghindari jatuhnya korban dari kedua belah pihak.
“Masyarakat Kalimantan Tengah bukan musuh. Mereka hanya memperjuangkan apa yang mereka anggap sebagai haknya. Jalur dialog harus diutamakan agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Ia juga meminta jajaran Polres Kapuas untuk turun tangan secara profesional, mengusut dugaan insiden tersebut secara transparan, serta memastikan penyelesaian sengketa lahan dilakukan tanpa kekerasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen perusahaan terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif, namun aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan. (red/tim)













