Palangka Raya, Nusaborneo.com – Aksi tak biasa dilakukan seorang pelajar di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sepulang sekolah, Rudiansyah (16) memilih ikut membantu petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar tempat tinggalnya.
Yang menarik perhatian, siswa kelas 10 SMA Negeri 10 Palangka Raya itu turun ke lokasi dengan mengenakan kostum Superman.
Rudiansyah merupakan warga Kelurahan Petuk Ketimpun. Ia menjadi relawan dadakan setelah karhutla terjadi di wilayah tempat tinggalnya dan mulai mendekati permukiman warga.
Bersama tim Satgas Darat, Rudiansyah ikut menyemprotkan air ke lahan yang terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menjalar ke rumah-rumah warga.
“Saya setiap hari setelah pulang sekolah, daripada tidak ada kerjaan di rumah, lebih baik membantu mereka. Daripada di rumah main HP saja,” kata Rudiansyah.
Rudiansyah mengaku kostum Superman tersebut sudah lama dibelinya. Awalnya, ia hanya mengenakannya untuk iseng. Namun, ia tidak menyangka aksinya saat membantu memadamkan karhutla justru mendapat perhatian masyarakat.
“Pertama iseng saja. Ini beli bajunya sudah lama, cuma iseng saja. Gak nyangka malah viral,” ujarnya.
Meski mengenakan kostum superhero, Rudiansyah mengaku tidak merasa malu. Baginya, pakaian tersebut justru menambah semangat ketika berada di lapangan membantu petugas.
Aksi Rudiansyah mendapat apresiasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Petugas menilai keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan karhutla.
“Kita sangat mengapresiasi keputusan warga membantu kita di lapangan. Memang itu yang kita harapkan. Tim tidak bisa bekerja sendiri, perlu teman-teman relawan dan masyarakat yang membantu kita di lapangan,” kata Manajer Pusdalop BPBD Kota Palangka Raya, Balap.
Partisipasi warga dalam membantu penanganan karhutla diharapkan dapat terus dilakukan. Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menjaga lingkungan di sekitar permukiman.
Aksi “Superman” dari Petuk Ketimpun ini pun menjadi contoh bahwa upaya menangani karhutla tidak hanya membutuhkan petugas, tetapi juga kepedulian masyarakat. (red)













