Palangka Raya, Nusaborneo.com – SMAN 1 Palangka Raya kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai sekolah yang aktif mendorong pengembangan bakat dan karakter siswa melalui penyelenggaraan Smansa Cup 2026. Ajang dua tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 31 Januari hingga 12 Februari 2026, dengan rangkaian lomba olahraga serta edukasi kewirausahaan.
Pada pelaksanaan tahun ini, Smansa Cup 2026 diikuti oleh 39 lembaga pendidikan dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, mencakup jenjang SMP, MTs, SMA, hingga SMK, dengan total sekitar 1.700 siswa ambil bagian. Peserta tidak hanya berasal dari sekolah negeri, namun juga melibatkan sekolah swasta, salah satunya SMK Kesehatan Muhammadiyah.
Panitia pelaksana menetapkan tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yakni futsal, bola basket, bola voli, bulu tangkis, catur, panco, serta cabang digital E-sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Keberagaman cabang ini diharapkan mampu menjaring potensi siswa baik di bidang olahraga konvensional maupun olahraga berbasis teknologi.
Tak hanya fokus pada kompetisi, Smansa Cup 2026 juga menghadirkan ratusan stan UMKM yang memadati halaman SMAN 1 Palangka Raya. Berbagai produk kuliner dan kerajinan lokal ditampilkan, menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang interaksi ekonomi yang hidup selama kegiatan berlangsung.
Kepala SMAN 1 Palangka Raya, H. Arbusin, menjelaskan bahwa konsep penggabungan olahraga dan UMKM sengaja dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata tentang dunia usaha. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengenali peluang, mengasah kreativitas, dan memahami ekosistem UMKM sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam aktivitas kewirausahaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur dan kemandirian, sekaligus menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan mengusung semangat sportivitas dan kreativitas ekonomi, Smansa Cup 2026 diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga dalam membentuk karakter siswa yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap dunia kerja. (red/am)













