Palangka Raya, Nusaborneo.com – Di tengah panasnya medan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), secangkir kopi dan sepiring makanan menjadi bentuk perhatian sederhana bagi para petugas yang berjibaku memadamkan api di Kalimantan Tengah.
Bukan sekadar mengisi tenaga, jeda singkat itu menjadi kesempatan bagi para petugas untuk melepas lelah, berbagi cerita, dan kembali menguatkan semangat sebelum melanjutkan tugas.
Perhatian tersebut diberikan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui tim Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) yang turun langsung memberikan pendampingan psikologis kepada petugas pemadam karhutla, Jumat (9/10/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polda Kalteng di bawah kepemimpinan Irjen Pol Iwan Kurniawan untuk menjaga kondisi mental dan semangat personel yang bekerja di tengah medan penuh tantangan.
Karo SDM Polda Kalteng Kombes Pol Ade Wira Negara melalui Kasubsatgas Psikologi Operasi Aman Nusa II Kompol Jarot Budi Purnomo mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan moril bagi petugas yang menghadapi kelelahan fisik maupun tekanan selama proses pemadaman.
“Hari ini kami bersama tim melaksanakan pendampingan kepada para petugas pemadam karhutla dengan memberikan makanan dan kopi sebagai teman beristirahat untuk melepas lelah di sela-sela tugas,” ujar Jarot.
Menurut dia, perhatian sederhana seperti menyediakan makanan dan kopi diharapkan dapat membantu mengurangi ketegangan sekaligus membuat petugas merasa diperhatikan.
Sebab, di balik tugas berat memadamkan api, para personel juga membutuhkan ruang untuk beristirahat dan memulihkan kondisi mental.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat, mengurangi ketegangan, serta membuat personel merasa diperhatikan dan didukung. Sebab, kesehatan mental dan semangat para petugas juga perlu kita jaga bersama,” katanya.
Selain menyediakan makanan dan kopi, tim psikologi Polda Kalteng juga mengajak para petugas mengikuti brain gym atau senam otak.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana interaksi sekaligus upaya menciptakan suasana yang lebih santai di tengah padatnya tugas pemadaman.
Dalam kesempatan itu, para petugas dapat beristirahat sejenak, berbincang, dan berbagi pengalaman. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengurangi kejenuhan setelah menghadapi situasi yang menguras tenaga dan konsentrasi.
Jarot menjelaskan, pendampingan psikologis tidak hanya bertujuan memberikan motivasi, tetapi juga membantu menjaga kesiapan mental personel agar tetap optimal saat menjalankan tugas.
Melalui pendekatan yang humanis, tim psikologi berupaya memastikan para petugas mendapatkan dukungan moril di tengah berbagai tantangan di lapangan.
Upaya penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada strategi pemadaman dan kesiapan peralatan. Kondisi fisik serta mental petugas yang berada di garis depan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas.
Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan personel menjadi salah satu bentuk dukungan yang tidak kalah penting.
Bagi para petugas, secangkir kopi mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah lelah dan beratnya medan yang dihadapi, perhatian kecil tersebut dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Melalui kegiatan ini, Polda Kalteng menegaskan bahwa kepedulian terhadap penanganan karhutla juga diwujudkan dengan menjaga orang-orang yang terlibat langsung dalam upaya tersebut.
Sebab, melindungi Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, melainkan juga memastikan mereka yang berada di garis depan tetap kuat, sehat, dan bersemangat dalam menjalankan tugas. (red/am)













