Palangka Raya, Nusaborneo.com – Ritual Adat Tiwah (Tabuh Pertama) di Balai Basara, Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, tak hanya menjadi momen penting bagi masyarakat Dayak. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan warga untuk beraktivitas dan membuka usaha di sekitar lokasi.
Sejumlah warga tampak mendirikan warung makan tradisional, menjajakan minuman instan hingga menawarkan berbagai aksesori khas Dayak selama rangkaian ritual berlangsung.
Aktivitas masyarakat itu turut menjadi perhatian personel Polsek Rakumpit yang melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Polisi memastikan kegiatan adat maupun aktivitas warga dan pedagang berjalan aman dan tertib.
“Selain memastikan kegiatan berjalan aman, kami juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat dan para pedagang agar seluruh kegiatan di sekitar lokasi tetap berlangsung tertib,” kata Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, kehadiran polisi di lokasi tidak hanya untuk menjaga keamanan selama ritual adat berlangsung. Personel juga memonitor situasi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Dari hasil pemantauan, aktivitas masyarakat dan pedagang berlangsung dengan tertib. Situasi selama pelaksanaan Ritual Adat Tiwah juga terpantau aman dan kondusif.
Bagi warga yang berjualan, ramainya kegiatan adat menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan. Sementara bagi masyarakat yang hadir, keberadaan warung dan pedagang membuat kebutuhan selama mengikuti rangkaian kegiatan lebih mudah diperoleh.
Polsek Rakumpit memastikan pemantauan akan terus dilakukan selama rangkaian Ritual Adat Tiwah berlangsung. Kehadiran personel diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi sekaligus aktivitas sosial dan ekonomi dengan nyaman. (red)













