Pemkab Kapuas

Tokoh NU Soroti Absennya Wakil Rakyat dalam Musrenbang Kapuas Timur

×

Tokoh NU Soroti Absennya Wakil Rakyat dalam Musrenbang Kapuas Timur

Sebarkan artikel ini
Ketua NU kecamatan Kapuas Timur, Suhardi. (Ist)

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kapuas Timur yang digelar Kamis (15/1/2026) menjadi sorotan sejumlah tokoh masyarakat. Pasalnya, kegiatan strategis perencanaan pembangunan tersebut tidak dihadiri satu pun anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Dapil 5.

Musrenbang yang berlangsung di Aula Kantor Desa Anjir Mambulau Barat itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, didampingi Kepala Bapperida serta dihadiri jajaran SKPD, Camat Kapuas Timur Eko Darma Putra, unsur TNI-Polri, kepala desa, BPD, pendamping desa, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam forum tersebut, tercatat 133 usulan pembangunan dari tujuh desa, dengan mayoritas usulan berada di sektor infrastruktur.

Ketua Nahdlatul Ulama Kecamatan Kapuas Timur, Suhardi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan daerah dalam Musrenbang. Namun, ia mengaku kecewa dengan tidak hadirnya wakil rakyat yang seharusnya menjadi jembatan aspirasi masyarakat.

“Musrenbang ini sangat penting, apalagi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Sangat disayangkan tidak ada anggota DPRD Dapil 5 yang hadir,” kata Suhardi, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kapuas Timur sudah sangat mendesak. Salah satunya kerusakan parah Jalan Kali Anjir Serapat di Desa Anjir Mambulau Timur, yang menjadi akses utama warga untuk beraktivitas.

Selain itu, peningkatan jalan dari Km 1 hingga Km 9 Jembatan Anjir Serapat yang melintasi lima desa juga diharapkan dapat segera direalisasikan karena berfungsi sebagai jalur penghubung utama antarwilayah.

Suhardi juga mengingatkan pemerintah daerah terkait empat desa persiapan di Kecamatan Kapuas Timur yang hingga kini belum direalisasikan, meski Perbup tentang pemekaran desa telah terbit sejak Mei 2025.

Menurutnya, pemekaran desa akan mempercepat pemerataan pembangunan serta pelayanan publik. Ia juga mendorong adanya program pelatihan keterampilan bagi warga desa agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.

Di sisi lain, persoalan kebakaran hutan dan lahan turut menjadi perhatian. Pembinaan Kelompok Masyarakat Peduli Api dinilai penting mengingat Kapuas Timur kerap menjadi wilayah rawan karhutla.

Tak kalah penting, Suhardi menyinggung kondisi Taman Gerbang Kalteng di Anjir Serapat Km 14 yang selama ini kurang terawat dan dipenuhi semak belukar.

“Kami berharap semua aspirasi ini benar-benar diperhatikan demi mewujudkan Kapuas yang maju dan bersinar,” pungkasnya. (Red/HP)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *