Palangka Raya, Nusaborneo.com – Rasa cemas kembali menyelimuti warga Jalan Christophel Mihing setelah munculnya titik api di area reruntuhan bangunan bekas kebakaran, Kamis malam (15/01/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Api diketahui berasal dari sisa material mudah terbakar di lokasi bekas bengkel yang sebelumnya dilalap si jago merah.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena angin yang berhembus cukup kencang dikhawatirkan dapat memicu kebakaran susulan dan merambat ke bangunan di sekitarnya yang masih berdiri.
Merespons laporan tersebut, Emergency Response Palangkaraya (ERP) bergerak cepat ke lokasi bersama Relawan Rescue LazisMU dan Emergency Fatmawati. Upaya pemadaman ulang dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Tim ERP, Huda Wijaya, dengan dukungan Koordinator Lapangan, Anang Rahman.
Huda Wijaya menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan 12 personel gabungan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang tersembunyi di balik puing-puing bangunan.
“Langkah utama kami adalah pemadaman lanjutan dan pendinginan menyeluruh. Kami tidak ingin ada potensi kecil yang bisa berkembang menjadi kebakaran besar kembali,” jelas Huda.
Salah satu warga terdampak, Rina Faridah, mengaku trauma setelah melihat api kembali menyala di lokasi bekas kebakaran. Menurutnya, kejadian sebelumnya masih membekas dan membuat warga sekitar terus diliputi rasa takut.
“Saat melihat api muncul lagi, saya benar-benar panik. Anginnya kencang sekali. Alhamdulillah relawan cepat datang membantu,” tuturnya.
Berkat kesigapan tim gabungan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu kurang lebih 30 menit. Setelah dilakukan pengecekan suhu dan memastikan kondisi aman, seluruh personel kemudian meninggalkan lokasi.
Meski demikian, relawan mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika kembali terlihat asap atau panas mencurigakan di area bekas kebakaran guna mencegah kejadian serupa terulang. (Red/jn)













