Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, S.P, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Agape di wilayah GKE Resort Pujon, tepatnya di Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, pada Rabu (15/10/2025).
Peletakan batu pertama pembangunan Gereja Agape sebagai rumah ibadah baru bagi jemaat GKE Kayu Bulan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo, S.P, Kepala Desa Kayu Bulan Terpoli, Ketua Pembangunan Gereja Rasidi, serta sejumlah pejabat Pemkab Kapuas seperti Staf Ahli Drs. Septedy, M.Si, Kadis DLH Carolin, Sekretaris BPBD, perwakilan Dinas Pendidikan, Camat Kapuas Tengah Jhon Sutrisno, S.STP, M.M, dan Ketua Majelis Resort GKE Kapuas Tengah Salampak, S.Th.
Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Pembangunan Gereja Agape bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah yang layak bagi jemaat GKE Kayu Bulan serta memperkuat kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.
Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Kapuas. Dalam sambutannya, Dodo menyampaikan harapan agar seluruh pihak yang terlibat diberi kemampuan dan kesehatan untuk menyelesaikan pembangunan sesuai rencana.
“Kita berharap kepada seluruh yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan Gereja Agape ini dapat diberikan kemampuan dan kesehatan dalam melaksanakan kegiatan dan pekerjaannya, sehingga selesai tepat waktu dan dapat segera dipakai jemaat GKE Kayu Bulan untuk beribadah,” ujar Dodo.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Bulan Terpoli menyampaikan terima kasih kepada Bupati HM. Wiyatno dan Wakil Bupati Dodo, karena telah merealisasikan pembangunan rumah ibadah serta proyek-proyek lain di wilayahnya.
“Terima kasih Pak Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD. Saya, atas nama seluruh warga Desa Kayu Bulan, bertekad mendukung program pembangunan agar Kapuas semakin bersinar,” kata Terpoli.
Ketua Pembangunan Gereja, Rasidi, juga memberikan apresiasi atas respon cepat Pemkab Kapuas terhadap usulan jemaat. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh masyarakat.
“Kami menyadari pembangunan ini bukan hal yang mudah, namun kami percaya, apabila Tuhan menjadi dasar dan penopangnya, maka tidak ada yang mustahil,” ucapnya. (Red/hp)













