Muara Teweh, Nusaborneo.com – Suasana Rapat Paripurna I Masa Sidang II DPRD Kabupaten Barito Utara, Senin (30/3/2026), terasa hangat dan penuh harapan. Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menyampaikan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 mewakili Bupati H. Shalahuddin.
Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Wabup Felix membuka penyampaian dengan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD. Ia menilai, forum paripurna bukan sekadar agenda formal, tetapi juga ruang bersama untuk mengevaluasi dan memperbaiki arah pembangunan daerah.
“Semoga penyampaian LKPj ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kemajuan Barito Utara,” ucapnya.
Dalam pemaparannya, Felix menjelaskan bahwa LKPj disusun berdasarkan regulasi yang berlaku, sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat melalui DPRD.
Lebih dari sekadar laporan angka, ia menggambarkan capaian pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren positif, meningkat dari 72,71 pada 2024 menjadi 73,58 di tahun 2025. Angka kemiskinan dan pengangguran juga mengalami penurunan, menjadi sinyal bahwa berbagai program yang dijalankan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Namun, di balik capaian tersebut, pemerintah daerah juga mencermati sejumlah tantangan. Pertumbuhan ekonomi yang melambat menjadi perhatian serius, begitu pula dengan ketimpangan pendapatan yang sedikit meningkat.
“Kami terus berupaya menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, agar pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Felix.
Dari sisi keuangan, kinerja pendapatan daerah menunjukkan hasil menggembirakan. Target pendapatan yang ditetapkan berhasil terlampaui, bahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatat capaian signifikan. Hal ini mencerminkan semakin optimalnya pengelolaan potensi daerah.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai lebih dari 70 persen dari target yang telah ditetapkan, mencakup berbagai sektor penting seperti pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga dukungan bagi masyarakat.
Wabup Felix menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program pembangunan telah mengacu pada arah kebijakan APBD serta Rencana Pembangunan Daerah 2024–2026, sebagai pijakan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Menutup penyampaiannya, ia berharap DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif terhadap LKPj tersebut.
“Rekomendasi DPRD menjadi bagian penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Rapat paripurna ini menjadi cerminan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Barito Utara yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing, dengan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan yang diambil.













