Pemkab Kapuas

14 Tahun Menumpang, TK-PAUD Pancaran Hati di Kapuas Berharap Punya Gedung Sekolah Sendiri

×

14 Tahun Menumpang, TK-PAUD Pancaran Hati di Kapuas Berharap Punya Gedung Sekolah Sendiri

Sebarkan artikel ini
Bnagunan Sekolah TK-PAUD Pancaran Hati Rei 13 Desa Pangkalan Rekan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas.

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Selama 14 tahun berdiri, TK-PAUD Pancaran Hati Sekunder 1 Rey 13, Desa Pangkalan Rekan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, belum memiliki bangunan sekolah sendiri.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian dan membantu mewujudkan pembangunan gedung sekolah bagi para siswa.

Kepala TK-PAUD Pancaran Hati, Misyani, S.Pd.I, mengatakan sekolah tersebut mulai didirikan pada 17 Januari 2011 dan izin operasionalnya tercatat dengan Nomor 424/015/PNFI/DISDIK/2011.

Menurut dia, kegiatan pendidikan di sekolah tersebut terus berjalan dan secara rutin dilaporkan kepada Dinas Pendidikan. Hingga kini, TK-PAUD Pancaran Hati telah meluluskan sebanyak 112 siswa yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Namun, persoalan sarana dan prasarana masih menjadi kendala yang dihadapi sekolah.

Misyani mengatakan, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas agar mendapat bantuan pembangunan gedung sekolah.

“Setiap tahun kami mengajukan proposal untuk mendapatkan bangunan sekolah, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Misyani.

Agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pihak sekolah akhirnya menggunakan bangunan milik Madrasah Nurul Iman melalui izin pinjam pakai.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Terlebih, keberadaan TK-PAUD Pancaran Hati dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah Sekunder 1 Rey 13, Desa Pangkalan Rekan.

“Kami sangat berharap Bapak Bupati Kapuas melalui Dinas Pendidikan dapat mendengar keluhan dan harapan kami. Keinginan memiliki bangunan sekolah sendiri sudah kami perjuangkan selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dia berharap pembangunan gedung sekolah dapat segera diwujudkan sehingga para siswa bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan fasilitas yang lebih layak dan nyaman.

“Kami ingin anak-anak di Rey 13 juga dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak seperti anak-anak di perkotaan,” katanya. (red/hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *