Pemkab Bartim

200 Peserta dari Kelompok Tani Mengikuti Pelatihan BRIN untuk Maksimalkan Potensi Pertanian Berbasis Organik

×

200 Peserta dari Kelompok Tani Mengikuti Pelatihan BRIN untuk Maksimalkan Potensi Pertanian Berbasis Organik

Sebarkan artikel ini
Foto Keterangan : anggota BRIN memberikan pelatihan kepada kelompok tani di Kabupaten Barito Timur.(pr)

TAMIANG LAYANG, NUSA BORNEO – Sebanyak 200 peserta perwakilan dari berbagai kelompok tani yang tersebar di 10 kecamatan Kabupaten Bartim, berkumpul untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pertanian berbasis organik, yang menghasilkan produk makanan sehat dan tanpa bahan berbahaya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa pelatihan ini memiliki potensi untuk menghasilkan produk makanan sehat yang dapat dikonsumsi tanpa khawatir mengenai bahan berbahaya.

“berharap bahwa melalui pelatihan budidaya tanaman pangan berbasis organik ini, pertanian di daerah dapat menghasilkan produk unggulan yang berkualitas,” Ucapnya, sabtu (19/8).

Anggota Koordinator Multi Unit Kerja Layanan Khusus Hubungan Masyarakat dari BRIN, Andriani Agustina, menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pertanian tanaman pangan yang ada di Bartim. “Pelatihan ini adalah bagian dari program kerjasama antara BRIN dan Komisi VII DPR RI dalam upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam sektor pertanian,” tuturnya.

BRIN, sebuah lembaga penelitian dan inovasi yang langsung berada di bawah perintah Presiden, menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain pelatihan budidaya tanaman pangan, lembaga ini juga melakukan penelitian dalam berbagai bidang termasuk pertanian, peternakan, literasi digital, dan eksplorasi antariksa.

Sementara Instruktur pelatihan, I Gede Komang Dana, menekankan bahwa ada banyak cara untuk mengoptimalkan pertanian tanpa bahan berbahaya. Ia berbagi tips menggunakan bahan organik seperti air bekas cucian beras dan terasi untuk membuat pupuk alami serta penghalang alami untuk tanaman, tanpa perlu menggunakan pestisida.(pr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *