Buntok, NusaBorneo.com – Pasca banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), beberapa warga masyarakat terserang demam berdarah dengue (DBD). Hal ini diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Barsel H. Deddy Winarwan saat melakukan kunjungan sekaligus monitoring progres penanganan kasus DBD di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barsel, Rabu (31/01).
“Saat ini tinggal dua kecamatan yang masih tergenang air, yakni Kecamatan Jenamas dan Kecamatan Dusun Hilir. Untuk itu, masyarakat perlu waspada agar tidak terserang DBD,” ungkap Deddy.
Deddy menegaskan telah menginstruksikan jajaran Dinkes Kabupaten Barsel untuk segera dikonsolidasikan dan mengatur jadwal fogging (pengasapan) di 87 desa dan 7 kelurahan se-Barsel. Proses ini akan memberdayakan puskesmas di tingkat kecamatan, puskesmas desa, maupun puskesdes, dengan berkoordinasi bersama camat, lurah, dan kepala desa agar penyebaran DBD tidak meluas.
“Dinkes Kabupaten Barsel dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok agar menyiagakan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, maupun bidan, dan mempersiapkan stok obat-obatan terkait demam berdarah dengan prinsip masyarakat sehat, tenaga kesehatan pun harus sehat,” tegas Deddy.
Deddy juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat dengan membersihkan lingkungan di sekitar rumah, membersihkan genangan air, serta memberantas jentik-jentik nyamuk di tempat penampungan air.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Dinkes Kabupaten Barsel, Endang Sugiarti, mengatakan bahwa sesuai instruksi Pj Bupati Barsel, pihaknya telah membuat Edaran Bupati tentang kesiapsiagaan mengantisipasi peningkatan kasus DBD, melakukan pemetaan kasus DBD, serta melakukan fogging fokus atau pengasapan dengan fokus lokasi dalam radius tertentu pada daerah yang telah ditemukan kasus DBD.
Endang menjelaskan beberapa langkah lanjutan yang telah disiapkan, seperti meningkatkan kerja sama lintas sektoral dengan puskesmas, kecamatan, OPD terkait, dan instansi vertikal terhadap pencegahan kasus DBD. Selain itu, juga meningkatkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Semua langkah tersebut kita elaborasikan dengan menyiapkan tenaga kesehatan dalam penanggulangan kasus DBD, menyediakan stok obat-obatan, RSUD Jaraga Sasameh menyiapkan satu ruangan khusus untuk pasien DBD, serta melakukan kerja sama dengan Palang Merah Indonesia Barito Selatan,” urai Endang.
Endang juga menyampaikan bahwa pelaksanaan fogging fokus sudah dilakukan di wilayah Kota Buntok, Mengkatip, Bangkuang, Tabak Kanilan Desa Baru, serta Desa Patas. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan segera dilaksanakan kembali di Kota Buntok pada 1-2 Februari 2024 dan di Desa Sababilah pada 2-4 Februari 2024.
Pemkab Barsel terus berupaya mencegah penyebaran kasus DBD pasca banjir dengan melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.













