Pemprov Kalteng

SMK dan Mahasiswa Belajar Hidroponik, UPT BPPB-TPH Jadi Pusat Edukasi Benih Unggul

×

SMK dan Mahasiswa Belajar Hidroponik, UPT BPPB-TPH Jadi Pusat Edukasi Benih Unggul

Sebarkan artikel ini
Siswa SMK Katingan Kuala melaksanakan magang praktik lapangan selama 6 bulan (Juli s/d Desember 2025) di UPT BPPB TPH

Palangka Raya, Nusaborneo.com — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPB-TPH) menerima peserta magang dari SMK Negeri 1 Katingan Kuala dan Universitas Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran UPT sebagai pusat informasi, pelatihan, dan edukasi teknologi perbenihan bagi masyarakat.

Salah satu teknologi unggulan yang diperkenalkan kepada peserta magang adalah sistem hidroponik—metode tanam yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Lokasi praktik berada di fasilitas UPT BPPB-TPH, Jl. Tjilik Riwut km 3, Palangka Raya.

Kepala UPT BPPB-TPH, Isnawati, menjelaskan bahwa program magang berlangsung sesuai durasi yang ditetapkan masing-masing institusi: enam bulan untuk siswa SMK dan tiga bulan untuk mahasiswa. Mereka dilatih memahami teknologi pertanian modern seperti kultur jaringan dan hidroponik.

“Sistem hidroponik sangat efektif karena hemat lahan dan air, serta menghasilkan sayuran yang higienis dan bermutu. Kami ingin peserta magang mendapatkan pengalaman nyata agar kelak bisa mengembangkan ilmu ini di masyarakat,” ujar Isnawati.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Rendy Lesmana, menambahkan bahwa hidroponik dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan sempit, terutama di wilayah perkotaan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendorong inovasi pertanian berkelanjutan.

“Melalui praktik ini, peserta magang tidak hanya belajar teknis, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan keluarga dan potensi ekonomi dari pekarangan rumah,” tuturnya.

Dalam sesi praktik, para peserta melakukan pindah tanam bibit pakcoy menggunakan sistem hidroponik. Salah satu siswa magang, Jastana Jariah, menjelaskan prosesnya: bibit disemai di media rockwool, lalu dipindahkan ke netpot dan ditempatkan pada lubang-lubang pipa hidroponik.

Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan pertanian modern yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Mda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *