Sampit, Nusaborneo.com – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, menilai Kotim memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terutama jika wacana pemekaran wilayah provinsi kembali mengemuka.
Menurutnya, posisi strategis Kotim yang didukung oleh kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadikan daerah ini layak dipertimbangkan sebagai calon ibu kota provinsi baru di masa depan.
“Kalau memang terjadi pemekaran, selain Pangkalan Bun, Kotim juga dilirik untuk menjadi ibu kota provinsi. Sudah ada gambaran ke arah sana, namun tentu semuanya akan dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah pusat,” ujar Juliansyah, Minggu (19/10/2025).
Ia menambahkan, keputusan pemerintah menempatkan Markas Korem 102 Panju Panjung di Kotim merupakan langkah strategis dan menjadi indikator bahwa daerah ini memiliki posisi penting, baik dalam aspek pertahanan maupun pengembangan wilayah.
“Kehadiran Korem di Kotim bukan hanya memperkuat keamanan, tapi juga menegaskan posisi vital Sampit di Kalteng bagian timur. Ini momentum besar untuk mempercepat pembangunan,” tegasnya.
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kotim, Juliansyah menegaskan dukungannya terhadap visi pemerataan pembangunan yang digagas oleh Gubernur Kalteng, baik di masa kepemimpinan Sugianto Sabran maupun Agustiar Sabran. Ia menilai semangat keduanya sejalan dengan arah kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami di daerah siap mendukung langkah gubernur dalam mendorong pemerataan pembangunan. Semangat ini harus dijaga agar daerah-daerah di luar ibu kota provinsi tidak tertinggal,” ucapnya.
Lebih lanjut, Juliansyah memperkirakan isu pemekaran wilayah di Kalimantan Tengah kemungkinan akan kembali mencuat pada 2027–2028, seiring dengan arah pembangunan nasional yang tengah difokuskan oleh Presiden Prabowo.
“Kemungkinan besar pembahasan pemekaran akan muncul lagi di 2027–2028. Namun tahun 2026 ini Pak Prabowo akan fokus pada program visi-misinya, termasuk program makan bergizi gratis,” jelasnya.
Ia menegaskan, apapun kebijakan pemerintah pusat ke depan, Kotim harus terus mempersiapkan diri dari sisi tata ruang, infrastruktur, dan kualitas sumber daya manusia agar siap menyambut peluang besar tersebut.
“Kotim sudah punya modal kuat. Tinggal bagaimana kita menjaga momentum ini agar daerah semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (red)



