Muara Teweh, Nusaborneo.com – Harapan baru terpancar dari wajah ratusan warga yang hadir di RSUD Muara Teweh, Sabtu (22/11/2025). Melalui program bakti sosial operasi katarak gratis yang digagas Yayasan Kasih PAMA (YKP), sebanyak 185 pasien berhasil menjalani tindakan operasi setelah melewati proses pemeriksaan dan seleksi medis.
Kegiatan ini berjalan melalui kolaborasi lintas sektor antara Yayasan Kasih PAMA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Dinas Kesehatan, serta RSUD Muara Teweh.
Dari total 236 peserta yang terdaftar, berasal dari 17 puskesmas di Barito Utara dan satu puskesmas dari wilayah Kabupaten Kapuas, sebanyak 185 orang dinyatakan layak operasi dan ditangani langsung oleh tim dokter spesialis mata.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, turut hadir menyaksikan proses kegiatan serta menyapa para peserta dan tenaga kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa persoalan katarak bukan sekadar gangguan kesehatan, tetapi dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
“Ini bukan sekadar operasi. Ini adalah upaya mengembalikan penglihatan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk kembali mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh langkah-langkah nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.
Pembina Yayasan Kasih PAMA, TH. Puguh Sasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya di wilayah Barito Utara.
“Setiap kegiatan yang kami lakukan bukan hanya sebatas seremonial, tetapi memiliki tujuan jangka panjang agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program sosial YKP akan terus diperluas sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan dasar dan layanan medis berbasis kemanusiaan.
Suasana RSUD Muara Teweh tampak dipenuhi warga sejak pagi. Beberapa pasien mengaku sudah lama menunggu kesempatan untuk mendapatkan layanan operasi katarak gratis karena keterbatasan biaya maupun akses layanan medis.
“Sudah lebih dari satu tahun mata saya tidak dapat melihat dengan jelas. Hari ini saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini,” ungkap salah satu peserta asal Kecamatan Gunung Timang.
Program operasi katarak massal ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di wilayah Barito Utara dan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kasih PAMA kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sosial yang nyata.
Program ini juuga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan yayasan sosial mampu menciptakan perubahan besar bagi masyarakat yang membutuhkan. (red)













