Nasional

ATR/BPN Perkuat Fondasi Lahan, Pelabuhan Tanjung Carat Siap Pacu Investasi

×

ATR/BPN Perkuat Fondasi Lahan, Pelabuhan Tanjung Carat Siap Pacu Investasi

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA

Palembang, Nusaborneo.com – Komitmen pemerintah mendorong percepatan proyek strategis nasional kembali ditegaskan. Kali ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengambil peran kunci dalam memastikan kesiapan lahan bagi pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa kepastian hukum atas tanah menjadi fondasi utama untuk menarik investasi, khususnya pada sektor konektivitas seperti pelabuhan. Hal itu disampaikannya saat peluncuran proyek di Griya Agung, Palembang, Kamis (9/4/2026).

“ATR/BPN menjadi pendukung utama dalam setiap investasi. Dengan pelabuhan yang terstandar, kita harapkan mampu memicu arus investasi baru,” ujarnya.

Proyek Pelabuhan Tanjung Carat sendiri telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai bentuk dukungan konkret, ATR/BPN telah menerbitkan sejumlah Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL), baik untuk kawasan utama pelabuhan maupun area penunjangnya.

Sebelumnya, Kantor Wilayah BPN Sumatera Selatan juga telah menyerahkan sertipikat HPL atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan seluas 599.500 meter persegi yang kemudian dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan pada 2025.

Dalam agenda yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, kembali menyerahkan dua bidang lahan tambahan kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. Lahan tersebut mencakup area mozaik 5 seluas 810.577 meter persegi dan mozaik 6 seluas 882.943 meter persegi.

Penyerahan ini turut disaksikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Qodari, sebagai simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Menteri Nusron juga menyoroti masih rendahnya capaian pendaftaran tanah di Sumatera Selatan yang baru menyentuh angka 53,6 persen. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses tersebut guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

“Ayo kita percepat pendaftaran tanah. Kalau lahannya jelas, investor tidak ragu masuk,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut proyek Pelabuhan Tanjung Carat memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem logistik nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Menurutnya, proyek ini telah melewati berbagai tahapan penting, mulai dari studi kelayakan hingga analisis dampak lingkungan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tonggak penting sebagai milestone ke-11 dari total 15 tahapan yang direncanakan.

“Target kami, seluruh tahapan dapat rampung sebelum 2029. Ini membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, hingga pihak swasta,” ujarnya.

Peluncuran proyek ini turut dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todo Tua Pasaribu, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sumatera Selatan, menandai semakin eratnya kolaborasi dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur nasional. (red/foto:ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *