Palangka Raya, Nusaborneo.com – Polresta Palangka Raya mulai melakukan sejumlah persiapan menjelang pelaksanaan BNN Run 2026 yang akan digelar di kawasan Bundaran Besar, Kota Palangka Raya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar risk assessment atau penilaian risiko untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polresta Palangka Raya bersama Ditpamobvit Polda Kalimantan Tengah pada Kamis (18/6/2026) sore.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasatpamobvit AKP Suranto mengatakan, penilaian risiko dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan event yang digagas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah.
“Risk assessment dilakukan untuk melihat kesiapan penyelenggaraan BNN Run 2026 yang akan digelar pada 28 Juni mendatang di kawasan Bundaran Besar,” kata Suranto.
Menurutnya, kegiatan lari bertema “Itah Bahanyi, Itah Hadari Lawan Narkoba” itu diperkirakan akan melibatkan banyak peserta dan masyarakat, sehingga diperlukan pengecekan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek pendukung.
Dalam kegiatan tersebut, petugas meninjau kondisi lokasi acara, jalur yang akan digunakan peserta, sistem pengamanan, hingga aspek keselamatan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Suranto menjelaskan, hasil penilaian risiko nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat muncul saat acara berlangsung.
“Tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang hadir,” ujarnya.
Selain mendukung kampanye pencegahan narkoba, BNN Run 2026 juga diharapkan menjadi ajang yang mampu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat semangat bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika. (red/am)













