Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Ratusan pelayat mengiringi prosesi pemakaman Biruté Mary Galdikas, sosok yang dikenal luas sebagai “Ibunya Orangutan Kalimantan”, pada Kamis (15/4/2026).
Tokoh konservasi dunia tersebut wafat pada 24 Maret 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat. Jenazah kemudian dibawa ke Kalimantan Tengah untuk dimakamkan di Kabupaten Kotawaringin Barat, berdampingan dengan makam sang suami tercinta, Bohap, warga berdarah Dayak asal Desa Pasir Panjang.
Aktivis sekaligus jurnalis, Yulianus Hanggulan, menyebut kehadirannya dalam prosesi tersebut sebagai sebuah kehormatan. Ia menilai kepergian Galdikas merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia konservasi, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan.
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara adat Kaharingan dan berlangsung khidmat. Ratusan pelayat yang terdiri dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, organisasi perangkat daerah (SKPD), aktivis lingkungan, serta masyarakat umum hadir memberikan penghormatan terakhir.
Semasa hidupnya, Galdikas dikenal sebagai pendiri Orangutan Foundation International dan telah mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk pelestarian orangutan dan habitatnya di Kalimantan. Kiprahnya selama puluhan tahun memberikan dampak luas, tidak hanya pada pengembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan, tetapi juga mendorong sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat lokal.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun warisan perjuangannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kelestarian alam.
Selamat jalan, Ibu Profesor. Damai dalam peristirahatan abadi menuju Sebayatn Bosar Saruga Dalapm. (red/shah)













