DPRD Barut

Semangat Kartini Hidup di Muara Teweh, DPRD Barito Utara Apresiasi Lomba Puisi Perempuan

×

Semangat Kartini Hidup di Muara Teweh, DPRD Barito Utara Apresiasi Lomba Puisi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara, Rujana Anggraini.

Muara Teweh, Nusaborneo.com – Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali terasa di Kabupaten Barito Utara melalui kegiatan lomba membaca puisi perempuan yang digelar Tim Penggerak (TP) PKK setempat. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan untuk mengekspresikan diri, menunjukkan bakat, dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Lomba tersebut dibuka untuk peserta perempuan berusia 25 hingga 60 tahun. Pendaftaran berlangsung sejak 18 sampai 25 April 2026, sementara pelaksanaan dijadwalkan pada 27 April 2026 di Muara Teweh.

Para peserta nantinya tampil mengenakan kebaya Kartini dan membacakan puisi yang telah disiapkan panitia dengan durasi tiga hingga lima menit. Nuansa budaya dan semangat emansipasi diharapkan menyatu dalam setiap penampilan.

Ketua TP PKK Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menguatkan peran perempuan dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Anggota DPRD Barito Utara, Rujana Anggraini. Ia menilai lomba puisi ini menjadi wadah positif yang memberi ruang lebih luas bagi perempuan untuk tampil dan berkembang.

“Perempuan perlu terus didorong agar berani menunjukkan kemampuan dan gagasannya. Melalui seni seperti puisi, perempuan bisa menyampaikan pesan, nilai, dan semangat perjuangan Kartini kepada masyarakat,” ujar Rujana Anggraini, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam keluarga, pendidikan anak, ekonomi, hingga pembangunan daerah. Karena itu, kegiatan kreatif seperti ini patut mendapat dukungan berkelanjutan.

Selain memperebutkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai, lomba ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi antaranggota PKK serta masyarakat.

Momentum Hari Kartini tahun ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Dari panggung puisi di Muara Teweh, semangat itu kembali disuarakan dengan penuh percaya diri dan harapan. (red/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *