Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus berupaya memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif dengan mendorong pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Langkah tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan sosialisasi yang digelar di Aula Hotel Permata Inn, Jalan Cilik Riwut, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kapuas itu diikuti puluhan pelaku usaha kreatif dari berbagai subsektor. Para peserta juga mendapat pemahaman langsung dari narasumber Kementerian Hukum wilayah Kalimantan Tengah.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, saat membuka kegiatan menekankan bahwa perlindungan terhadap karya dan inovasi menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka.
Menurutnya, produk yang telah memiliki perlindungan HKI akan lebih aman secara hukum sekaligus memiliki peluang pasar yang lebih baik. Nilai ekonomi sebuah karya juga akan meningkat ketika identitas dan hak pemiliknya telah diakui secara resmi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas semakin sadar pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual, sehingga karya yang dihasilkan memiliki perlindungan hukum dan nilai tambah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kementerian Hukum wilayah Kalimantan Tengah, Dr. Joko Martanto, menyampaikan bahwa HKI merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Ia menilai masih banyak produk unggulan lokal yang berpotensi berkembang lebih besar, namun belum dilindungi secara hukum. Padahal, pendaftaran HKI mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk di pasar.
“HKI menjadi salah satu kunci dalam memenangkan persaingan usaha. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif perlu segera mendaftarkan karya dan produknya agar memiliki kepastian hukum,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kapuas berharap semakin banyak pelaku usaha kreatif lokal yang berani naik kelas, menjaga orisinalitas karya, dan menembus pasar yang lebih luas. (red)













