Palangka Raya, Nusaborneo.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan uang kartal sebesar Rp3,28 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H/2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya seiring proyeksi naiknya transaksi tunai di momen hari besar keagamaan.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, mengatakan kebutuhan uang tunai masyarakat diperkirakan meningkat signifikan, terutama untuk keperluan tradisi berbagi uang baru saat Lebaran.
“Proyeksi kebutuhan uang kartal di Kalimantan Tengah tahun ini mencapai Rp3,28 triliun. Ini meningkat dari tahun sebelumnya karena aktivitas ekonomi dan permintaan masyarakat juga naik,” kata Yuliansah, Kamis (19/02/2026).
Untuk memastikan distribusi merata, BI Kalteng menyiapkan layanan penukaran uang di lima titik strategis, yakni Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Lamandau.
Pada hari pertama pembukaan layanan di Kantor Perwakilan BI Kalteng di Palangka Raya, tercatat sekitar 1.000 warga mendaftar secara daring untuk melakukan penukaran uang. Sistem pelayanan pun diatur menggunakan jadwal bergiliran guna menghindari penumpukan.
Setiap warga dibatasi maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang yang dikemas dalam bentuk paket berbagai pecahan uang.
“Pembatasan ini untuk menjaga pemerataan agar lebih banyak masyarakat bisa terlayani,” ujarnya.
Selain layanan penukaran, BI Kalteng juga meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026. Program ini menjadi agenda rutin untuk memastikan ketersediaan uang layak edar, khususnya pecahan kecil, selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Yuliansah menegaskan, program tersebut merupakan komitmen BI dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran tunai di daerah.
“Melalui Serambi, kami ingin memastikan masyarakat di seluruh Kalimantan Tengah dapat memperoleh layanan uang rupiah secara mudah, aman, dan merata,” tutupnya. (red)













