Palangka Raya, Nusaborneo.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya tetap aman meski antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, menegaskan kondisi antrean bukan dipicu kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya konsumsi masyarakat dalam waktu bersamaan.
“Pertamina saat ini melakukan pengaturan jadwal pengiriman secara berkala dari Fuel Terminal Pulang Pisau untuk memastikan pemerataan stok di seluruh wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. Kami berkomitmen agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Edi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Pertamina juga memperkuat distribusi ke SPBU-SPBU yang mengalami lonjakan permintaan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan tingkat konsumsi di lapangan.
“Untuk SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, kami segera melakukan pengiriman tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing titik. Penyaluran dipastikan tetap berjalan demi memenuhi kebutuhan warga,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru, ketahanan stok BBM di wilayah tersebut masih berada pada level aman dengan rata-rata stok Pertalite mencapai 6,5 hari dan Pertamax 5,5 hari.
Sementara itu, Donny dari pihak Pertamina menjelaskan stok BBM tersedia baik di SPBU maupun supply point Depot Pulang Pisau dan distribusi terus berlangsung secara berkelanjutan.
“Stok Pertalite dan Pertamax tersedia baik di SPBU maupun di supply point Depot Pulang Pisau. Supply terus masuk sehingga pasokan tidak akan terputus,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Meski demikian, di lapangan masih terlihat antrean kendaraan, termasuk sepeda motor bertangki besar yang ikut mengisi BBM subsidi di sejumlah SPBU.
Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena dapat memicu kepadatan antrean dan mengganggu pemerataan distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengisi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. Dengan konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan, distribusi akan berjalan lebih lancar dan merata,” kata Donny. (Red*)













