EkonomiEksekutifNews

Hilirisasi Jadi Nafas Baru Ekonomi Daerah, Prof Gunawan: Nilai Tambah Harus Dinikmati Warga Lokal

×

Hilirisasi Jadi Nafas Baru Ekonomi Daerah, Prof Gunawan: Nilai Tambah Harus Dinikmati Warga Lokal

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Gunawan Prayitno, di kegiatan Capacity Building Opini Maker Wilayah Kalimantan yang digelar Bank Indonesia di Hotel Santika Malang, Rabu (6/5/2026). 
Malang, Nusaborneo.com – Hilirisasi komoditas lokal dinilai mampu menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi daerah melalui terciptanya efek pengganda yang menyentuh banyak sektor kehidupan masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Gunawan Prayitno, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Capacity Building Opini Maker Wilayah Kalimantan yang digelar Bank Indonesia di Hotel Santika Malang, Rabu (6/5/2026).Dalam paparannya, Prof Gunawan menegaskan bahwa hilirisasi tidak boleh dimaknai sebatas pembangunan pabrik atau pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Lebih dari itu, hilirisasi merupakan strategi membangun rantai ekonomi daerah agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.“Ketika komoditas diolah di daerah asalnya, maka dampak ekonominya akan menyebar ke banyak sektor. Bukan hanya industri pengolahan, tetapi juga transportasi, logistik, perdagangan hingga jasa lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengolahan komoditas di daerah akan membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan permintaan terhadap sektor-sektor pendukung. Aktivitas ekonomi yang tumbuh tersebut pada akhirnya mampu memperkuat daya tahan ekonomi wilayah.

Menurutnya, selama ini banyak daerah penghasil komoditas hanya menjadi pemasok bahan mentah, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati wilayah lain yang memiliki industri pengolahan. Karena itu, hilirisasi perlu diarahkan untuk memperbesar retensi ekonomi lokal agar perputaran uang tetap berada di daerah.

“Nilai tambah yang tercipta seharusnya bisa dinikmati masyarakat lokal melalui keterlibatan tenaga kerja, pelaku usaha, hingga pemasok di daerah,” kata dia.

Prof Gunawan juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dan konektivitas logistik agar proses hilirisasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keuangan disebut menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri para pemimpin redaksi, jurnalis, organisasi wartawan, perwakilan kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalimantan, serta akademisi dari beberapa perguruan tinggi. Forum itu menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mengenai strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (red/am) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *