Malang, Nusaborneo.com – Hilirisasi komoditas lokal dinilai mampu menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi daerah melalui terciptanya efek pengganda yang menyentuh banyak sektor kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan, pengolahan komoditas di daerah akan membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan permintaan terhadap sektor-sektor pendukung. Aktivitas ekonomi yang tumbuh tersebut pada akhirnya mampu memperkuat daya tahan ekonomi wilayah.
Menurutnya, selama ini banyak daerah penghasil komoditas hanya menjadi pemasok bahan mentah, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati wilayah lain yang memiliki industri pengolahan. Karena itu, hilirisasi perlu diarahkan untuk memperbesar retensi ekonomi lokal agar perputaran uang tetap berada di daerah.
“Nilai tambah yang tercipta seharusnya bisa dinikmati masyarakat lokal melalui keterlibatan tenaga kerja, pelaku usaha, hingga pemasok di daerah,” kata dia.
Prof Gunawan juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dan konektivitas logistik agar proses hilirisasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keuangan disebut menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri para pemimpin redaksi, jurnalis, organisasi wartawan, perwakilan kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalimantan, serta akademisi dari beberapa perguruan tinggi. Forum itu menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mengenai strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (red/am)













