Pemprov Kalteng

Inflasi Kalteng Mei 2026 Tembus 0,34 Persen, Harga Beras dan BBM Jadi Penyebab

×

Inflasi Kalteng Mei 2026 Tembus 0,34 Persen, Harga Beras dan BBM Jadi Penyebab

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami saat rilis, Selasa (2/6/2026). 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,34 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok hingga bahan bakar disebut menjadi pemicu utama naiknya inflasi di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei 2026 dengan andil mencapai 0,17 persen.

“Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain beras sebesar 0,08 persen, solar dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,07 persen, serta minyak goreng dan angkutan udara masing-masing 0,04 persen,” kata Maria saat rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Tengah naik dari 111,97 pada April 2026 menjadi 112,35 pada Mei 2026. Pemantauan dilakukan di empat kabupaten dan kota di Kalteng.

Selain inflasi bulanan, Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,56 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) hingga Mei 2026 tercatat mencapai 2,15 persen.

Pada inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,69 persen. Beberapa komoditas yang memberi kontribusi besar terhadap inflasi tahunan yakni beras dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,59 persen.

Kemudian disusul ikan nila sebesar 0,23 persen, minyak goreng 0,15 persen, serta sigaret kretek mesin sebesar 0,14 persen.

BPS juga mencatat adanya perbedaan kondisi harga di daerah pemantauan. Secara bulanan, tiga daerah mengalami inflasi, sedangkan Kabupaten Kapuas mengalami deflasi. Namun secara tahunan, seluruh wilayah amatan masih mencatat inflasi.

Menurut Maria, kenaikan harga pada Mei dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya aktivitas masyarakat saat hari besar keagamaan hingga kondisi geopolitik global yang berdampak terhadap distribusi energi.

Selain itu, stok beras lokal yang masih terbatas karena sebagian daerah belum memasuki musim panen juga ikut memengaruhi harga di pasaran.

“Fenomena yang memengaruhi inflasi Mei 2026 antara lain adanya berbagai hari besar keagamaan, ketegangan geopolitik, serta terbatasnya stok beras lokal karena belum memasuki masa panen,” ujarnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *