News

Mayat Pria Ditemukan di Kebun Buah Misik Sabangau, Polisi Lakukan Penyelidikan

×

Mayat Pria Ditemukan di Kebun Buah Misik Sabangau, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
Korban ketika di temukan warga Masyarakat dengan kondisi sudah terbujur kaku di area perkebunan buah Misik, Minggu (14/06/2026) Sore. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Warga Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di kawasan Perkebunan Buah Misik, Minggu (14/6/2026) sore. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di area perkebunan oleh warga yang baru pulang memancing.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Warga yang menemukan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sabangau langsung menuju lokasi guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan pemeriksaan awal.

Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah hukumnya. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan berada di atas tanah di area perkebunan.

“Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang baru kembali dari memancing di sekitar lokasi. Saat ditemukan, korban sudah tergeletak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ujar Ahmad Taufiq saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Polisi kemudian melakukan olah TKP, mengumpulkan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan jenazah.

Usai proses identifikasi awal selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi oleh relawan kemanusiaan White Angel Team menuju Ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Evakuasi dilakukan untuk kepentingan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, identitas korban maupun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan apakah terdapat unsur lain di balik kematian korban tersebut. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *