Pemkab Pulpis

Bupati Pulang Pisau Jelaskan Isu Pungutan Tenda di Handep Hapakat Fair 2026

×

Bupati Pulang Pisau Jelaskan Isu Pungutan Tenda di Handep Hapakat Fair 2026

Sebarkan artikel ini
Suasana pembukaan Handep Hapakat Fair 2026 oleh Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta dan jajaran Forkopimda, Senin (6/7/2026).

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Dugaan adanya pungutan biaya tenda kepada sebagian peserta dalam kegiatan Handep Hapakat Fair 2026 sempat menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten hanya bertanggung jawab menyediakan 70 unit tenda sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Handep Hapakat Fair 2026 merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau yang berlangsung pada 5–12 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergitas Melestarikan Budaya dan Penguatan UMKM” sebagai upaya memperkuat kolaborasi, melestarikan budaya daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ahmad Rifa’i menjelaskan, dari total 70 unit tenda yang disediakan pemerintah daerah, sebanyak 50 unit dialokasikan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sedangkan 20 unit lainnya diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Seluruh penyediaan tenda tersebut menjadi tanggung jawab penyelenggara atau Event Organizer (EO).

“Pemkab hanya mengalokasikan 70 tenda, terdiri dari 50 tenda untuk OPD dan 20 tenda untuk UMKM. Semua itu menjadi tanggungan EO,” ujar Ahmad Rifa’i, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan, apabila terdapat tambahan tenda di luar kuota yang telah ditetapkan pemerintah daerah, maka pengelolaannya sepenuhnya menjadi kewenangan EO bersama pihak pedagang.

“Kalau ada 10 tenda di luar kewenangan itu yang berbayar, langsung pihak yang berjualan berkoordinasi dengan EO. Berapa pun biayanya bukan urusan Pemda karena batas jatah tenda hanya 70 unit,” katanya.

Sementara itu, Direktur Borneo Project Indonesia, Rahmat, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau yang telah melibatkan pihaknya dalam penyelenggaraan Handep Hapakat Fair 2026.

Menurut Rahmat, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal. Ia juga menilai antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan daerah melalui kegiatan tersebut.

“Kami berharap sinergi yang baik antara Borneo Project Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, dinas terkait, serta seluruh pihak yang terlibat dapat terus terjalin demi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Rahmat.

Handep Hapakat Fair 2026 menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Selain menghadirkan berbagai produk UMKM lokal, kegiatan ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya dan beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat. (TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *