News

Sering Mati Lampu Berjam-jam, Warga dan Pelaku Usaha di Katingan Keluhkan Layanan Listrik

×

Sering Mati Lampu Berjam-jam, Warga dan Pelaku Usaha di Katingan Keluhkan Layanan Listrik

Sebarkan artikel ini

Kasongan, Nusaborneo.com — Warga dan pelaku usaha di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan pemadaman listrik yang disebut terjadi berulang kali. Pemadaman bahkan berlangsung hingga berjam-jam dan kerap terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang membutuhkan listrik untuk menjalankan pekerjaan maupun usaha. Warga juga mengaku kesulitan mempersiapkan kebutuhan rumah tangga ketika pemadaman terjadi secara tiba-tiba.

Salah seorang warga, Caca, mengatakan pemadaman listrik hampir terjadi setiap hari. Menurutnya, pemadaman paling sering dirasakan pada malam hari dan durasinya terkadang mencapai beberapa jam.

“Mati lampu hampir tiap hari, yang buat sengsara. Paling sering malam hari dan terkadang tidak tahu jam menyala lagi,” ujar Caca, Kamis (13/8/2026).

Karena pemadaman yang berulang, Caca mengaku keluarganya harus selalu menyediakan lilin sebagai penerangan ketika listrik padam.

Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha. Edward, pemilik Warung Makan Barokah, mengaku kesulitan melayani pelanggan saat listrik padam dalam waktu lama.

“Susah orang makan, Mas. Kasihan saat menikmati makanan dengan kondisi gelap, tentu tidak enak,” kata Edward.

Menurut Edward, pemadaman listrik secara langsung membuat kegiatan usahanya terhenti. Kondisi tempat makan yang gelap membuat sejumlah pelanggan memilih mengurungkan niat untuk makan.

“Bagi kami, matinya aliran listrik berarti berhenti berusaha. Karena gelap dan pembeli pun mengurungkan niat makannya,” ujarnya.

Edward berharap pemerintah daerah, khususnya Pemkab Katingan, bersama PLN dapat segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Ia meminta pasokan listrik kembali normal agar aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tidak terus terganggu.

“Semoga pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Katingan, dapat memberikan solusi kepada masyarakat dan PLN kita agar cepat normal kembali,” pungkasnya. (red/tn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *