News

Antrean BBM Mengular di SPBU Kasongan, Warga Keluhkan Waktu Terbuang

×

Antrean BBM Mengular di SPBU Kasongan, Warga Keluhkan Waktu Terbuang

Sebarkan artikel ini
Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Jalan Cilik Riwut, Kasongan, Senin (17/8/2026) malam.

KASONGAN, Nusaborneo.com – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut terlihat di salah satu SPBU di Jalan Cilik Riwut, Kasongan, Senin (17/8/2026) malam.

Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga memenuhi area sekitar SPBU. Bagi sebagian warga, situasi semacam ini bukan lagi hal baru.

Sejumlah warga bahkan harus meluangkan waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Kondisi itu dikeluhkan karena berpotensi mengganggu aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

Tia (34), warga Kasongan, mengatakan dirinya kerap menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi BBM, baik Pertalite maupun Pertamax.

“Iya, saya sering mengantre sekitar setengah jam untuk membeli BBM. Situasi ini sering membuat saya terlambat masuk kerja karena harus mengantre panjang di SPBU,” kata Tia.

Menurut dia, ketersediaan BBM di SPBU sangat penting bagi masyarakat karena sebagian besar aktivitas warga bergantung pada kendaraan.

Tia berharap pasokan BBM di SPBU dapat lebih terjamin sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar.

“Semoga ke depannya pasokan minyak di SPBU selalu mencukupi agar aktivitas warga tidak terganggu hanya karena harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Ia mengaku membeli BBM melalui pengecer bukan menjadi pilihan bagi dirinya karena harga yang lebih mahal.

“Kalau beli di eceran, jujur saya tidak mampu. Satu liternya bisa mencapai Rp 16.000 sampai Rp 17.000,” katanya.

Antrean panjang BBM yang berulang tersebut menjadi perhatian warga. Mereka berharap persoalan pasokan dan distribusi BBM di Kasongan dapat segera ditangani sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih lancar. (Red/TN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *