Palangka Raya, Nusaborneo.com – Aksi Rudiansyah (17), pelajar SMA di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengenakan kostum Superman mendapat perhatian luas.
Di tengah kepungan asap dan kobaran api, Rudiansyah memilih turun langsung bersama tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk membantu memadamkan api di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).
Bukan seragam pemadam kebakaran yang dikenakannya. Rudiansyah justru tampil dengan kostum Superman.
Bagi Rudiansyah, kostum tersebut bukan sekadar pakaian. Superman menjadi simbol keberanian dan semangatnya untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
Rudiansyah yang masih duduk di kelas 10 SMA mengaku sudah terlibat dalam aksi pemadaman karhutla sejak 2023.
Kepeduliannya terhadap lingkungan itu kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang datang bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan jajaran Forkopimda melihat langsung aksi Rudiansyah saat membantu memadamkan karhutla.
Raja Juli mengatakan, keberadaan relawan masyarakat peduli api sangat penting dalam penanganan karhutla. Menurut dia, upaya pemadaman tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, TNI, Polri, dan BPBD, tetapi juga keterlibatan masyarakat.
“Relawan masyarakat peduli api,” ujar Raja Juli saat menyinggung peran Rudiansyah dan para relawan lainnya.
Tak hanya mendapat apresiasi, Rudiansyah juga memperoleh perhatian khusus dari Kementerian Kehutanan.
Raja Juli memberikan beasiswa pendidikan kepada Rudiansyah agar ia dapat melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya.
Rudiansyah bahkan memiliki keinginan untuk menjadi polisi kehutanan.
“Saya ingin menjadi polisi kehutanan,” kata Rudiansyah.
Selain itu, Rudiansyah juga berharap dapat terus berkontribusi menjaga hutan dan lingkungan di daerahnya.
Ia pun mengajak anak-anak seusianya untuk tidak menghabiskan waktu hanya dengan bermain telepon seluler.
“Jangan main HP sampai lupa waktu, jangan membakar lahan,” pesannya.
Aksi Rudiansyah rupanya juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Raja Juli, Presiden memberikan apresiasi terhadap kepedulian pelajar tersebut yang berani terlibat langsung dalam upaya penanganan karhutla.
Kisah Rudiansyah menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus menunggu seseorang menjadi dewasa.
Di usianya yang masih 17 tahun, ia memilih turun ke lapangan, membantu petugas, dan mengambil bagian dalam menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran.
Kostum Superman yang dikenakannya pun seolah menjadi simbol sederhana dari keberanian seorang anak muda yang ingin berbuat sesuatu bagi lingkungannya.
Di tengah ancaman karhutla yang masih menghantui Kalimantan Tengah, langkah Rudiansyah menjadi pesan bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah.
Masyarakat, termasuk generasi muda, juga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Rudiansyah membuktikan, menjadi “pahlawan” bagi alam tak harus menunggu dewasa. (red)













