Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah sempat berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Penurunan jarak pandang terjadi terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan pada Rabu (19/8/2026).
General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan kondisi penerbangan pada Jumat (21/8/2026) sudah kembali normal.
“Untuk hari ini kembali normal,” ujar I Made saat dikonfirmasi, Jumat pagi.
Sebelumnya, I Made menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan operasional pada Rabu (19/8), jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut mencapai 5.000 meter pada pukul 07.00 waktu setempat (LT).
Namun, jarak pandang kemudian menurun menjadi 1.200 meter pada pukul 08.00 LT dan mencapai 1.000 meter pada pukul 09.00 LT.
Kondisi tersebut berdampak terhadap dua penerbangan kategori I.
Penerbangan IU 674/IU 395 dengan rute Surabaya–Palangka Raya–Surabaya mengalami keterlambatan kedatangan selama 32 menit dan keterlambatan keberangkatan selama 28 menit.
Pesawat yang seharusnya tiba pukul 08.55 LT baru tiba pada pukul 09.27 LT. Sementara keberangkatan yang dijadwalkan pukul 09.35 LT terealisasi pada pukul 10.03 LT.
Dalam catatan operasional, penerbangan tersebut mengalami go around and hold.
Sementara itu, penerbangan IW 1369/IW 1368 dengan rute Balikpapan–Palangka Raya–Balikpapan mengalami keterlambatan kedatangan selama 50 menit dan keberangkatan selama 48 menit.
Pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 09.40 LT baru tiba pada pukul 10.30 LT. Adapun keberangkatan yang seharusnya dilakukan pukul 10.05 LT terealisasi pada pukul 10.53 LT.
Penerbangan tersebut tercatat mengalami waiting at origin.
Kondisi jarak pandang kemudian berangsur membaik. Pada pukul 10.00 LT, jarak pandang tercatat 1.700 meter.
Angka tersebut meningkat menjadi 2.000 meter pada pukul 11.00 hingga 12.00 LT. Selanjutnya, jarak pandang terus membaik hingga mencapai 8.000 meter pada pukul 17.00 LT.
Pihak Bandara Tjilik Riwut terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.
Dalam kondisi jarak pandang yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan, keputusan operasional dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan pertimbangan operasional.
Penyesuaian tersebut dapat berupa perubahan waktu keberangkatan maupun kedatangan, holding, hingga tindakan operasional lainnya sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan.
Kepada para pengguna jasa, pihak bandara mengimbau agar tetap memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Bandara Tjilik Riwut memastikan akan terus menyampaikan informasi apabila terdapat perkembangan kondisi yang berdampak terhadap operasional penerbangan.
Bandara Tjilik Riwut juga menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa dalam setiap pelaksanaan operasional penerbangan. (red)













