NewsPemprov Kalteng

Polda Kalteng Proses 51 Kasus Karhutla, 4 Korporasi Turut Didalami

×

Polda Kalteng Proses 51 Kasus Karhutla, 4 Korporasi Turut Didalami

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin langsung penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Raflesia, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan penanganan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan. Hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 51 kasus karhutla tengah ditangani.

Dari puluhan kasus tersebut, delapan perkara telah masuk tahap penyidikan. Polisi juga telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, seluruh kejadian kebakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla akan ditindaklanjuti melalui proses hukum.

Hal itu disampaikan Iwan saat meninjau penanganan karhutla di Jalan Raflesia, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu.

“Saya sudah memberikan kebijakan kepada seluruh jajaran bahwa setiap kebakaran yang terjadi, bahkan sampai menimbulkan karhutla, dilakukan proses penegakan hukum,” ujar Iwan.

Menurut dia, lokasi yang terbakar juga akan ditutup sementara dan diberi tanda peringatan agar tidak dimasuki pihak lain selama proses penyelidikan berlangsung.

Selain individu, polisi turut mendalami dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan dalam kasus karhutla.

Iwan menyebut ada empat korporasi yang saat ini sedang diperiksa terkait kemungkinan adanya kelalaian ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran.

“Rata-rata perkebunan. Ada yang di wilayah Sampit, juga ada di wilayah Pulang Pisau,” katanya.

Untuk memperkuat penanganan karhutla, Polda Kalteng juga telah menggelar Operasi Aman Nusa II. Operasi tersebut difokuskan di lima wilayah yang dinilai rawan, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Iwan menjelaskan, total luas lahan yang terbakar dalam penanganan saat ini mencapai 32,5 hektare. Dari jumlah tersebut, 26,4 hektare telah berhasil dipadamkan dan kini memasuki tahap pendinginan.

Sebanyak 122 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran. Mereka terdiri dari 10 personel TNI, 80 personel Polri, sembilan personel Manggala Agni, delapan personel BPBD, serta 15 anggota Masyarakat Peduli Api.

Untuk mendukung operasi di lapangan, kepolisian menyiagakan delapan kendaraan bermotor khusus karhutla, 10 unit alkon, dan dua unit flexible tank.

Persoalan keterbatasan sumber air juga diantisipasi dengan pembangunan sumur bor. Menurut Iwan, hasil uji coba di Palangka Raya dan Pulang Pisau menunjukkan air dapat ditemukan pada kedalaman sekitar 10 hingga 20 meter.

Air dari sumur bor kemudian dipindahkan ke flexible tank sebelum dialirkan menuju titik kebakaran menggunakan selang.

Dalam peninjauan tersebut, Iwan turut mencoba kendaraan ATV untuk menjangkau kawasan gambut yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Jajaran Polda Kalteng juga menyiapkan sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk membawa alkon, selang, dan nozzle ke lokasi yang sulit dijangkau.

Iwan menilai kendaraan dengan daya tekan rendah pada permukaan tanah lebih efektif digunakan untuk menjangkau sejumlah titik di kawasan gambut.

“Kendaraan roda empat di daerah gambut lebih efektif karena tumpuannya tidak terlalu berat. Tadi sudah saya coba dan cukup efektif untuk masuk daerah-daerah sulit,” ujarnya.

Iwan mengatakan berbagai upaya pencegahan yang dilakukan sejak awal musim kemarau turut menekan luas lahan yang terbakar. Upaya tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, patroli, serta pengecekan kanal dan embung.

Dia membandingkan kondisi karhutla saat ini dengan sejumlah tahun sebelumnya. Pada 2015, luas lahan terbakar di Kalteng disebut mencapai lebih dari 500.000 hektare. Sementara pada 2019 mencapai hampir 185.000 hektare dan pada 2023 mendekati 200.000 hektare.

“Kalau kita lihat data, 2015 terbakar 500.000 hektare lebih. 2019 hampir 185.000 hektare. 2023 hampir 200.000 hektare. Saat ini dengan perjuangan kita, luasnya sekitar 7.000-an hektare yang sudah kita lakukan pemadaman,” kata Iwan. (red/shah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *