Palangka Raya, Nusaborneo.com – Isak tangis keluarga pecah saat jenazah Ahkmad Rizani, relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diturunkan ke liang lahad.
Ahkmad dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslimin, Jalan Bengaris, Kota Palangka Raya, Jumat (28/8/2026) siang.
Ratusan pelayat, mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, hingga rekan sesama relawan, turut mengantarkan Ahkmad ke tempat peristirahatan terakhir.
Suasana haru semakin terasa ketika jenazah almarhum perlahan dimasukkan ke dalam liang lahad. Anak-anak Ahkmad terlihat tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian sang ayah.
Ahkmad meninggalkan empat orang anak. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang penuh perhatian dan bertanggung jawab.
Bagi rekan-rekan sesama relawan, Ahkmad juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.
Selama 13 tahun, Ahkmad mengabdikan dirinya sebagai Ketua Tim Serbu Api (TSAK) Kelurahan Palangka. Ia kerap terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Adik almarhum, Nasrullah, mengatakan Ahkmad merupakan sosok yang baik dan memiliki kepedulian terhadap keluarga.
“Kalau kami secara pribadi karena kami saudara beliau sangat baik,” ujar Nasrullah saat ditemui seusai pemakaman.
Ahkmad meninggal dunia setelah sebelumnya tumbang saat menjalankan tugas memadamkan karhutla pada Sabtu (22/8/2026).
Setelah kejadian tersebut, Ahkmad sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat siang.
Ahkmad diduga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap ketika menjalankan tugas. Ia juga diketahui memiliki riwayat hipertensi.
Kini, pengabdian Ahkmad selama 13 tahun telah berakhir. Ia meninggalkan keluarga, rekan-rekan seperjuangan, dan para relawan karhutla di Palangka Raya dengan kenangan atas dedikasinya selama membantu masyarakat.
Kepergiannya menjadi pengingat bahwa di balik upaya pemadaman karhutla, terdapat para relawan yang menghadapi risiko besar demi menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat. (red)













