Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat perhatian DPRD Kalteng.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hj. Faridawaty Darland Atjeh, meminta pemerintah daerah memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang terdampak paparan asap.
Salah satu langkah yang didorong yakni memperluas pembagian masker gratis, terutama di titik-titik publik dan persimpangan jalan yang ramai aktivitas masyarakat.
Menurut Faridawaty, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, khususnya di wilayah dengan kondisi kabut asap cukup pekat. Perlindungan masyarakat tidak hanya melalui pembagian masker, tetapi juga dengan memberikan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk.
“Masyarakat kita imbau untuk selalu menggunakan masker standar jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, dan segera memeriksakan diri ke faskes terdekat apabila mulai mengalami gejala batuk, sesak napas, atau pusing akibat terpapar asap,” kata Faridawaty, Minggu (27/9/2026).
Ia juga meminta pemerintah memastikan kebutuhan kesehatan tersedia dan dapat dijangkau masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, obat-obatan untuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), vitamin, hingga masker gratis perlu didistribusikan secara merata, terutama ke daerah dengan paparan asap yang cukup pekat.
“Ketersediaan obat-obatan untuk ISPA, vitamin, hingga bantuan logistik kesehatan seperti masker gratis harus dipastikan aman dan terdistribusi secara merata, terutama di daerah-daerah yang kondisi paparan asapnya cukup pekat,” tegasnya.
Faridawaty menilai kesiapan fasilitas kesehatan dan perlengkapan medis juga perlu diperhatikan selama karhutla masih terjadi.
Edukasi kepada masyarakat, lanjut dia, menjadi bagian penting agar warga mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Dengan perlindungan yang lebih luas, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan kesehatan selama kondisi kabut asap belum sepenuhnya mereda. (red/yd)













