NewsPendidikan

Terpilih Jadi Rektor UPR, Prof Bhayu Ingin Rangkul Seluruh Civitas Akademika

×

Terpilih Jadi Rektor UPR, Prof Bhayu Ingin Rangkul Seluruh Civitas Akademika

Sebarkan artikel ini
Prof. Bhayu Rhama saat keluar dari ruang Rapat Senat Tertutup setelah mengikuti Pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030, Kamis (1/10/2026).

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Prof. Bhayu Rhama, Ph.D. terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan rektor yang digelar Kamis (1/10/2026).

Bhayu yang masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR memperoleh 37 suara dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Rahan UPR.

Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dr. Thea Farina Embang yang memperoleh 14 suara dan Prof. Liswara Neneng dengan 12 suara.

Ketua Senat UPR Prof. Petrus Poerwadi mengatakan proses pemilihan berlangsung lancar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pemungutan suara diikuti sebanyak 41 anggota senat hadir dalam proses tersebut bersama perwakilan kementerian.

Total terdapat 63 suara dalam pemilihan tersebut. Sebanyak 41 suara berasal dari Senat UPR atau 65 persen, sedangkan 22 suara atau 35 persen merupakan suara Menteri.

Usai ditetapkan sebagai rektor terpilih, Bhayu tidak banyak berbicara mengenai perolehan suaranya. Ia justru menekankan pentingnya kembali membangun kebersamaan di lingkungan kampus setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.

Menurutnya, proses pemilihan merupakan bagian dari demokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Setelah keputusan ditetapkan, seluruh pihak disebut perlu kembali berjalan bersama.

“Tentunya semua sama ya, artinya saya tidak melihat siapa yang banyak atau sedikit. Tapi kita terpilih menjadi Rektor untuk 2026-2030,” ujar Bhayu kepada wartawan.

Ia mengatakan dirinya ingin menjadi rektor bagi seluruh civitas akademika UPR, termasuk mereka yang sebelumnya mendukung kandidat lain.

“Tadi pesan juga rektor untuk semua, jadi kita akan berusaha untuk merangkul semua teman-teman itu juga,” katanya.

Bagi Bhayu, terpilih sebagai rektor bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, hasil pemilihan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk membawa UPR berkembang lebih baik.

“Kan perjalanan ini baru memulai perjalanan untuk membangun UPR lebih baik lagi,” ujarnya.

Ketua Senat UPR Prof. Petrus Poerwadi mengatakan Bhayu selanjutnya akan menjalani sejumlah tahapan administrasi sebelum resmi dilantik.

Bhayu dijadwalkan menuju Jakarta untuk mengikuti pelantikan sebagai Rektor UPR periode 2026-2030 pada Senin (5/10/2026). Pelantikan akan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto.

Bhayu mengatakan dirinya masih menunggu informasi dan arahan lebih lanjut dari kementerian terkait agenda pelantikan tersebut.

“Kita menunggu kabar dari Kementerian. Jadwal pelantikan dari sana, di Jakarta,” pungkasnya.

Kini, setelah proses pemilihan berakhir, Bhayu bersiap memasuki babak baru. Dari posisi sebagai pimpinan salah satu fakultas, ia akan memikul tanggung jawab lebih besar untuk memimpin UPR selama empat tahun ke depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *