Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Kemandirian ekonomi keluarga tak selalu membutuhkan modal besar atau usaha berskala luas. Dari rumah, keterampilan sederhana, lahan yang tersedia, hingga hasil kebun bisa menjadi pintu masuk untuk menambah pendapatan keluarga.
Pesan itu mengemuka dalam webinar nasional yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Murung Raya, Jumat, 2 Oktober 2026. Webinar bertajuk “Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga: Membangun Kemandirian dari Rumah” itu berlangsung secara virtual dari aula rumah jabatan Bupati Murung Raya.
Ketua TP-PKK Murung Raya Warnita Heriyus mengikuti kegiatan melalui Wakil Ketua I TP-PKK Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto. Sejumlah pengurus TP-PKK turut hadir. Sementara pengurus kecamatan serta kader PKK di desa dan kelurahan mengikuti kegiatan melalui Zoom.
Dina mengatakan keluarga tidak harus menunggu memiliki usaha besar untuk mulai membangun kemandirian ekonomi. Menurut dia, peluang justru dapat ditemukan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Jangan takut mencoba dan jangan menunggu usaha menjadi besar untuk mulai bergerak. Mari kita mulai dari apa yang kita miliki dan dari rumah masing-masing,” kata Dina.
Ia menyebut keterampilan, pemanfaatan lahan, pengolahan hasil kebun, dan kerajinan lokal sebagai sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif keluarga.
Dina juga mengingatkan kader PKK agar tidak melewatkan peluang yang ditawarkan teknologi digital. Media sosial dan aplikasi pesan, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar.
Dalam webinar itu, peserta memperoleh materi mengenai modernisasi UP2K, dari pengelolaan usaha secara konvensional menuju pengelolaan berbasis digital. Penguatan UP2K tersebut merupakan bagian dari implementasi program nasional Gerakan Peningkatan Pendidikan dan Ekonomi Keluarga atau Gelari Pelangi.
Tak hanya soal pemasaran, pengelolaan usaha keluarga juga diarahkan agar semakin tertib. Kader didorong meningkatkan tata kelola kelembagaan dan literasi kewirausahaan, termasuk melalui pencatatan dalam tiga buku wajib UP2K: Buku Kas, Buku Pinjaman, dan Catatan Perkembangan Kelompok.
Aspek legalitas usaha juga menjadi perhatian. Pelaku usaha didorong mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga sertifikasi halal dengan dukungan dan sinergi bersama perangkat daerah terkait.
Bagi TP-PKK Murung Raya, penguatan UP2K bukan sekadar mendorong keluarga memiliki usaha. Program itu diharapkan menjadi jalan agar keluarga mampu mengolah potensi yang ada di sekitarnya menjadi sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Dengan usaha yang dimulai dari rumah, kader dan masyarakat diharapkan dapat tumbuh bersama, membangun kegiatan ekonomi yang kreatif dan produktif, sekaligus memperkuat kemandirian keluarga. (red/lk)













