Pendidikan

Prof Bhayu Rhama Resmi Pimpin UPR, Dilantik untuk Periode 2026-2030

×

Prof Bhayu Rhama Resmi Pimpin UPR, Dilantik untuk Periode 2026-2030

Sebarkan artikel ini
Prof. Bhayu Rhama resmi dilantik sebagai Rektor UPR periode 2026-2030 oleh Sekjen Diktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D. di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (5/10/2026). (ist)
Jakarta, Nusaborneo.com – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030. Bhayu dilantik oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D.

Pelantikan berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (5/10/2026). Prosesi tersebut menjadi bagian dari pelantikan sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), pejabat fungsional, hingga kepala sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Badri Munir juga memimpin pengambilan sumpah/janji para pimpinan PTN yang dilantik.

Pelantikan Bhayu menandai dimulainya masa kepemimpinannya sebagai Rektor UPR untuk periode empat tahun mendatang. Ia sebelumnya terpilih dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR yang digelar pada Kamis (1/10/2026).

Pada pemilihan tahap akhir yang berlangsung di Aula Rahan UPR, Bhayu meraih 37 suara dari total 63 suara. Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dr. Thea Farina Embang yang memperoleh 14 suara dan Prof. Dr. Liswara Neneng dengan 12 suara.

Dengan perolehan tersebut, Bhayu ditetapkan sebagai Rektor UPR periode 2026-2030. Sebelum terpilih sebagai rektor, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai, mengatakan rangkaian tugas panitia telah selesai setelah rektor terpilih resmi dilantik.

Menurut Joni, seluruh proses pemilihan telah dilaksanakan melalui tahapan yang telah ditetapkan hingga menghasilkan Bhayu sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan tahap akhir.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan di UPR setelah masa jabatan rektor sebelumnya berakhir.

Sebelumnya, setelah ditetapkan sebagai rektor terpilih pada 1 Oktober 2026, Bhayu menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh sivitas akademika UPR.

Ia juga memastikan dua kandidat yang menjadi pesaingnya dalam Pilrek tetap akan diajak bersama-sama membangun UPR.

“UPR adalah rumah bersama. Teman-teman yang belum terpilih kita akan rangkul semua untuk menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” kata Bhayu seusai pemilihan.

Bhayu menyebut terpilihnya sebagai rektor bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk membawa UPR menjadi lebih baik.

Menurutnya, pembangunan UPR membutuhkan peran seluruh elemen kampus. Karena itu, kepemimpinannya ke depan akan mengedepankan kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh sivitas akademika.

Dengan pelantikan tersebut, kepemimpinan UPR periode 2026-2030 resmi berada di bawah Prof. Bhayu Rhama. Ia selanjutnya akan menjalankan amanah memimpin perguruan tinggi negeri utama di Kalimantan Tengah tersebut selama empat tahun ke depan. (red/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *