Dalam kegiatan itu, Agustiar didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agustiar secara simbolis menyerahkan paket bantuan pangan dan bantuan langsung tunai (BLT) KHBS kepada perwakilan warga. Paket bantuan pangan tersebut berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng. Sementara itu, BLT KHBS diberikan sebesar Rp 250 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat.
Kehadiran Gubernur di tengah masyarakat disambut antusias oleh warga. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi yang turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar menegaskan Pemprov Kalteng terbuka terhadap laporan masyarakat terkait penyaluran bantuan. Warga yang merasa berhak menerima KHBS, tetapi belum terdaftar sebagai penerima, diminta segera melapor kepada relawan di lapangan agar dapat dilakukan pendataan ulang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Agustiar juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, warga diminta memperkuat semangat gotong royong untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Melalui penyaluran bantuan pangan dan BLT KHBS Tahap II ini, Pemprov Kalteng berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah kondisi kemarau dan dampak kabut asap yang melanda wilayah Palangka Raya. (red)













