Novita ditemukan berada di tengah kepungan api. Dalam kondisi terdesak, orangutan tersebut memanjat sebuah pohon tinggi untuk menghindari kobaran api yang terus membakar vegetasi di sekitarnya.
Keberadaan Novita kemudian diketahui petugas TNI. Tim rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) segera melakukan evakuasi.
Petugas menggunakan senapan bius untuk melumpuhkan Novita agar proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman.
Novita akhirnya berhasil dievakuasi dari kawasan yang terbakar. Namun, kondisi tubuhnya cukup memprihatinkan.
Luka bakar ditemukan di sejumlah bagian tubuhnya dengan luas mencapai sekitar 20 persen. Luka parah terutama ditemukan pada bagian tangan dan kaki.
Kerusakan pada salah satu bagian jari bahkan membuat dokter hewan harus melakukan tindakan amputasi.
Ketua Yayasan BOSF Jamartine Sihite mengatakan, selama terjadi karhutla terdapat dua satwa yang berhasil diselamatkan. Namun, Novita merupakan salah satu satwa yang mengalami dampak paling parah.
Setelah dievakuasi, Novita langsung mendapat perawatan medis di Pusat Reintroduksi Orangutan Nyaru Menteng, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 29, Kota Palangka Raya.
Tim medis Yayasan BOSF melakukan pemantauan secara intensif terhadap luka bakar yang dialami Novita, khususnya pada bagian tangan, kaki, dan jari.
Kondisi Novita menjadi salah satu gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian, tetapi juga mengancam habitat serta keselamatan satwa yang hidup di kawasan hutan.
Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Khadafi mengatakan, sejak karhutla terjadi, pihaknya telah mengevakuasi puluhan satwa liar.
“Total satwa liar yang kita rescue itu ada 48. Dari total tersebut, sebanyak 25 satwa merupakan orangutan.” kata Andi, Kamis (8/10/2026).
Menurut Andi, proses penyelamatan dilakukan ketika satwa ditemukan berada di lokasi yang terdampak kebakaran dan membutuhkan evakuasi.
Meski telah berhasil keluar dari kepungan api, perjuangan Novita untuk pulih masih panjang.
Luka bakar pada tangan dan kaki membuat orangutan tersebut membutuhkan perawatan intensif. Beberapa bagian jarinya juga harus diamputasi akibat kerusakan parah.
Hingga kini, Novita masih menjalani perawatan di Pusat Reintroduksi Nyaru Menteng. Belum diketahui berapa lama proses pemulihan akan berlangsung.
Kisah Novita menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya terlihat dari asap yang menyelimuti wilayah permukiman atau lahan yang hangus terbakar. Di balik kobaran api, terdapat satwa liar yang berjuang mempertahankan hidup dan kehilangan habitatnya. (red)













