KesehatanPemko Palangka Raya

Walikota Fairid Dampingi Menkes Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Hadapi Kabut Asap di Palangka Raya

×

Walikota Fairid Dampingi Menkes Tinjau Kesiapan Layanan Kesehatan Hadapi Kabut Asap di Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja ke Palangka Raya sekaligus menerima bantuan obat-obatan dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung penanganan dampak kabut asap akibat karhutla. (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Untuk memastikan warga tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Jumat (23/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendampingi Menkes meninjau kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani masyarakat yang terdampak kabut asap. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya juga menerima bantuan obat-obatan dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima langsung oleh Fairid.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan masyarakat, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Menkes adalah Puskesmas Menteng. Di fasilitas kesehatan tersebut, kesiapan pelayanan menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, hingga fasilitas oksigen untuk membantu pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Ketersediaan fasilitas tersebut dinilai penting agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap bisa segera mendapatkan penanganan. Terlebih, puskesmas menjadi salah satu tempat pertama yang dapat diakses warga ketika kondisi kesehatannya mulai terganggu.

Untuk mendukung penanganan dampak karhutla, Kemenkes menyalurkan bantuan berupa 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah. Selain itu, bantuan mencakup 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, 100 unit tabung oksigen, serta 37 unit air purifier.

Kemenkes juga memberikan dukungan berupa 270 botol multivitamin sirop dan 800 strip multivitamin tablet.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan polusi udara sekaligus memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi perhatian utama. Balita, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan asap.

Menkes Budi mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang tidak sehat.

“Kalau mesti keluar, pastikan itu jangan balita, jangan orang tua, jangan juga ibu hamil. Keluar yang sehat-sehat saja dan pastikan pakai masker,” ujar Budi.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam polusi udara. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga berpotensi mengganggu kesehatan.

Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 dengan cara yang benar untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.

Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Menkes turut menyoroti perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.

Menurut Budi, pada awal kejadian karhutla di tujuh provinsi, jumlah kasus ISPA harian sempat mencapai 12.000 hingga 15.000 kasus. Angka tersebut kemudian dilaporkan menurun menjadi sekitar 3.000 kasus per hari.

Meski mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik masih berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki masalah pernapasan.

Budi mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mulai mengalami sesak napas, termasuk ketika sedang tidak melakukan aktivitas fisik.

“Kalau sudah benar-benar mulai merasa sesak napas dalam kondisi diam, tidak beraktivitas, itu saatnya datang ke puskesmas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas oksigen di puskesmas sangat penting untuk memberikan penanganan awal kepada pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Apabila kondisi pasien memburuk dan membutuhkan perawatan lebih lanjut, pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Palangka Raya, Menkes juga dijadwalkan meninjau sejumlah fasilitas kesehatan dan layanan oksigen lainnya.

Lokasi yang masuk dalam agenda kunjungan tersebut meliputi Rumah Oksigen RTH Kalteng, RSUD dr. Doris Sylvanus, Puskesmas Panarung, dan Rumah Oksigen MDMC.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi dampak karhutla, khususnya dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Melalui dukungan bantuan kesehatan dan kesiapan fasilitas pelayanan, penanganan dampak kabut asap diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Masyarakat pun diimbau tetap menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *