Pemprov KaltengPendidikan

Kisah Juwita, Siswi Pulang Pisau yang Tembus 30 Besar Nasional Kompetisi Ekonomi

×

Kisah Juwita, Siswi Pulang Pisau yang Tembus 30 Besar Nasional Kompetisi Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Foto: Juwita Nur Kumala Sari, murid SMAN 1 Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, meraih Honorable Mention atau peringkat ke-30 nasional dalam Kompetisi Sains Ruangguru 2026 bidang Ekonomi. (ist)

Pulang Pisau, Nusaborneo.com – Keterbatasan bukan halangan bagi Juwita Nur Kumala Sari untuk menorehkan prestasi. Murid SMAN 1 Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), itu berhasil meraih penghargaan Honorable Mention atau peringkat ke-30 nasional dalam Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) 2026 bidang Ekonomi.

Prestasi tersebut menjadi buah dari semangat Juwita dalam mengembangkan kemampuan akademiknya. Di tengah tantangan yang dihadapi saat mengikuti kompetisi, dia tetap berusaha memberikan hasil terbaik hingga berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Juwita menuju babak final bukan tanpa kendala. Dia semula dijadwalkan mengikuti ujian final secara langsung di Brain Academy Center KS Tubun. Namun, kondisi kesehatan, jarak tempuh, serta kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup parah saat itu menjadi pertimbangan untuk mengubah lokasi ujian.

Juwita kemudian mengajukan permohonan kepada pihak Ruangguru agar dapat mengikuti ujian secara daring melalui prosedur resmi. Permohonan tersebut disetujui dengan ketentuan pengawasan yang ketat.

Selama ujian berlangsung, Juwita harus menggunakan tiga perangkat sekaligus. Dua telepon genggam digunakan untuk pemantauan melalui Zoom, sedangkan satu komputer atau laptop digunakan untuk mengerjakan soal.

Meski harus menyesuaikan diri dengan situasi tersebut, Juwita tetap mengikuti tahapan kompetisi hingga tuntas. Usahanya pun membuahkan hasil dengan raihan Honorable Mention yang menempatkannya di peringkat ke-30 nasional bidang Ekonomi.

“Alhamdulillah wa syukurillah, pertama-tama saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT atas segala rida, rahmat, dan kelancaran yang diberikan-Nya, sehingga saya dapat mengikuti kompetisi ini hingga meraih Honorable Mention peringkat ke-30 nasional di bidang Ekonomi,” ungkap Juwita.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, guru, teman-teman, dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga kompetisi berakhir.

“Prestasi ini juga tidak lepas dari dukungan luar biasa yang menjadi kekuatan saya. Oleh karena itu, saya menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua, guru-guru tercinta di SMAN 1 Pandih Batu, teman-teman, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah atas segala bimbingan, dukungan, dan doa tulus yang tiada henti diberikan,” tuturnya.

Kompetisi Sains Ruangguru 2026 merupakan ajang kompetisi sains tingkat nasional yang diselenggarakan Ruangguru secara gratis bagi murid jenjang SD, SMP, dan SMA.

Khusus jenjang SMA, kompetisi mencakup enam bidang, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Geografi.

KSR 2026 dilaksanakan melalui dua tahapan. Babak Regional Round berlangsung secara daring pada 26-27 September 2026 melalui aplikasi Ruanguji. Hasil seleksi diumumkan pada 5 Oktober 2026, sebelum peserta yang lolos melanjutkan perjuangan ke babak National Round pada 10-11 Oktober 2026.

Keberhasilan Juwita meraih peringkat ke-30 nasional menjadi kebanggaan bagi sekolah dan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa murid dari daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi Juwita diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi murid lainnya agar tidak ragu mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan mencoba berbagai peluang untuk berprestasi.

Dukungan keluarga, guru, sekolah, dan lingkungan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan murid untuk mencapai cita-cita. Kisah Juwita menjadi pengingat bahwa semangat belajar dan kemauan untuk terus berusaha dapat membuka jalan menuju pencapaian yang membanggakan.  (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *