Tak hanya kepada keluarga korban meninggal dunia, doa dan perhatian juga disampaikan kepada lima kru yang berhasil selamat. Agustiar berharap seluruh korban segera pulih setelah mendapatkan penanganan medis sehingga dapat kembali beraktivitas.
Adapun lima prajurit yang selamat dalam insiden jatuhnya helikopter TNI AD tersebut masing-masing Kapten Suganda, Pratu Gilang Ramadhan, Serka Kardia, Kapten Febri, dan Letda Fercis.
Kelima korban telah dievakuasi dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, dua prajurit yang meninggal dunia dalam insiden tersebut yakni Mayor Dudi dan Lettu Hafiz. Kedua jenazah telah dievakuasi dan diberangkatkan ke daerah asal masing-masing sesuai permintaan keluarga.
Jenazah Lettu Hafiz diterbangkan ke Semarang, sedangkan Mayor Dudi dibawa ke Bandung untuk diserahkan kepada keluarga.
Di sisi lain, proses evakuasi terhadap satu korban yang masih berada di dalam badan helikopter terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri, termasuk tim penyelam, diterjunkan untuk menjangkau bangkai helikopter yang berada di dasar perairan.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin juga menjenguk langsung para korban kecelakaan helikopter yang masih menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para korban yang tengah menjalani pemulihan setelah insiden nahas tersebut. (red)













