Helikopter tersebut dilaporkan jatuh di perairan Sungai Barito, tepatnya di Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Minggu (8/11/2026). Insiden terjadi saat helikopter tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan pembaruan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua awak yang berhasil diselamatkan merupakan pilot berkewarganegaraan Australia. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis.
Namun, kabar berbeda harus diterima keluarga dan rekan dari satu awak lainnya. Helicopter Landing Officer (HLO) bernama Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia, hingga kini masih dinyatakan hilang.
Tim SAR pun bergerak melakukan pencarian untuk menemukan Yayan. Basarnas Kantor SAR Banjarmasin telah mengerahkan 18 personel menuju lokasi kejadian pada pukul 13.10 WITA.
Tim penyelamat dilengkapi sejumlah peralatan pendukung, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), perlengkapan selam, hingga alat pendeteksi bawah air Aqua Eye.
Lokasi kecelakaan yang berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau 71 nautical miles dari Dermaga SAR Basirih menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 18.10 WITA.
Pencarian juga melibatkan unsur TNI AU, Polri, Babinsa, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pencarian awak yang masih hilang.
BNPB menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah menemukan satu awak yang belum diketahui keberadaannya, memastikan kondisi kesehatan kedua pilot yang selamat, serta mengamankan bangkai helikopter di tepian sungai.
Di tengah upaya tersebut, penyebab jatuhnya helikopter belum dapat dipastikan. BNPB menyatakan akan memfasilitasi investigasi resmi oleh pihak berwenang agar penyebab kecelakaan dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan spekulasi.
Evaluasi keselamatan operasi udara juga akan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan mencakup kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air untuk pemadaman atau water bombing , kelaikan awak pesawat, kondisi cuaca, hingga karakteristik wilayah operasi.
Meski kecelakaan ini terjadi di tengah misi penanganan karhutla, BNPB memastikan upaya pemadaman tetap berlanjut. Operasi darat akan diperkuat sembari dilakukan evaluasi ketat terhadap penggunaan armada udara.
Kini, perhatian tertuju pada proses pencarian Yayan Supyansuri. Di tengah operasi penyelamatan yang masih berlangsung, harapan agar satu awak yang belum ditemukan segera diketahui keberadaannya tetap menjadi prioritas seluruh tim di lapangan. (red*)













