News

Pencarian Berakhir Duka, Bocah yang Tenggelam di Sungai Kahayan Ditemukan

×

Pencarian Berakhir Duka, Bocah yang Tenggelam di Sungai Kahayan Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah AD (11) yang ditemukan sekitar 30 meter dari titik kejadian di DAS Kahayan, Kota Palangka Raya, Minggu (8/11/2026) sore. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Setelah dua hari menyusuri perairan Sungai Kahayan, upaya pencarian terhadap anak berusia 11 tahun yang dilaporkan tenggelam di bawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, akhirnya membuahkan hasil. Namun, kabar yang datang pada Minggu (8/11/2026) sore itu berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban berinisial AD (11) ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Tubuh korban muncul ke permukaan air sekitar 30 meter dari titik awal kejadian, tepatnya ke arah hilir sungai.

Koordinator Lapangan Tim Gabungan SAR, Jurmiah, mengatakan tim langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi bahwa tubuh korban telah terlihat di permukaan air.

” Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah korban muncul ke permukaan, sekitar 30 meter dari lokasi kejadian ke arah hilir. Setelah itu, tim gabungan langsung menuju ke arah korban untuk dilakukan evakuasi,” kata Jurmiah kepada wartawan.

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, Polsek Pahandut, Koramil, relawan, serta masyarakat. Orang tua korban juga turut mendampingi proses evakuasi tersebut.

Setelah berhasil diangkat dari sungai, jenazah AD kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan Katingan.

Jurmiah menyebut kondisi tubuh korban masih utuh saat ditemukan, meski terdapat sedikit lumpur yang menempel. Namun, pihaknya belum dapat memastikan ada atau tidaknya luka pada tubuh korban karena jenazah langsung dimasukkan ke kantong jenazah untuk penanganan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, kondisi korban masih utuh, memang ada tercampur lumpur sedikit, tetapi korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Selama dua hari pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala. Salah satu yang paling menyulitkan adalah terbatasnya jarak pandang di dalam air akibat kondisi Sungai Kahayan yang keruh.

“Untuk kendala, visibilitasnya saja nol karena airnya keruh,” tambah Jurmiah.

Di balik proses pencarian yang berakhir duka tersebut, Jurmiah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Terlebih, bagi warga yang tidak memiliki kemampuan berenang, penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung sangat dianjurkan.

Ia juga meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, termasuk memastikan keberadaan dan aktivitas mereka saat bermain di luar rumah.

Menurutnya, anak-anak sebaiknya selalu meminta izin sebelum pergi bermain agar orang tua mengetahui ke mana mereka pergi dan dapat memastikan keselamatannya.

Selain pengawasan, anak-anak juga dianjurkan untuk dibekali kemampuan berenang sejak dini. Keterampilan tersebut dinilai penting sebagai bekal untuk menyelamatkan diri ketika menghadapi situasi darurat di air.

“Orang tua harus lebih hati-hati dan mengawasi anak-anaknya. Ketika anak pergi bermain ke mana, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu agar orang tua mengetahui keberadaannya,” pungkasnya. (red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *