Sebanyak 70 warga dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Murung mengikuti Sosialisasi dan Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Balairung Abdi Praja Kantor Kecamatan Murung, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Murung Raya Heriyus. Dalam kesempatan itu, Heriyus juga menyerahkan secara simbolis pakaian pelatihan kepada perwakilan peserta MPA.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Karhutla. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari pencegahan, deteksi dini hingga penanganan awal kebakaran.
Heriyus mengatakan Murung Raya memiliki potensi berbagai bencana, termasuk Karhutla yang rawan terjadi ketika musim kemarau. Kondisi cuaca dan kekeringan yang terjadi saat ini turut meningkatkan risiko kebakaran.
“Situasi seperti ini membutuhkan kesiapsiagaan dan keterlibatan masyarakat sejak dini,” kata Heriyus.
Menurut Heriyus, masyarakat memiliki posisi penting dalam pencegahan Karhutla karena berada paling dekat dengan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Dengan bekal pelatihan, warga diharapkan mampu mengenali tanda-tanda ancaman kebakaran dan mengambil langkah awal secara tepat dan aman.
“Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah menetapkan status darurat sebagai langkah untuk memperkuat upaya penanganan dan pencegahan dampak yang ditimbulkan. Saya sangat mengapresiasi inisiatif Camat Murung beserta seluruh tim yang melaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan pencegahan Karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun petugas di lapangan. Peran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Heriyus juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Selain dapat merusak lingkungan serta mengancam kesehatan dan keselamatan, pembakaran yang dilakukan dengan sengaja juga dapat berujung pada konsekuensi hukum.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Saya berharap peserta mengikuti pelatihan dengan serius,” pungkasnya. (red/lk)













