Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto turut memimpin pengamanan proses evakuasi tersebut. Dia mengatakan, polisi langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami bersama anggota menuju ke lokasi kejadian. Bersama warga masyarakat dan nelayan, upaya evakuasi dan pengamanan di lokasi dilakukan. Selama enam jam melakukan evakuasi dan penanganan, satu korban berhasil diangkat dari dalam helikopter,” kata Eko melalui pesan seluler, Minggu malam.
Sementara itu, dua kru lainnya berhasil selamat dalam insiden tersebut. Keduanya merupakan warga negara asing (WNA), yakni Hugh Andrew John Page asal Selandia Baru yang bertugas sebagai pilot dan John Betterridge asal Australia sebagai kopilot.
Kedua korban selamat telah dievakuasi menggunakan helikopter Fly Bali menuju RSAU Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Adapun jenazah Yayan dibawa ke Puskesmas Jenamas untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga serta perwakilan perusahaan.
“Rencananya untuk proses penyerahan korban kepada pihak keluarga dan pihak perwakilan perusahaan, yang selanjutnya akan dibawa ke Banjarmasin dan Jakarta besok,” jelas Eko.
Helikopter Super Puma H225 tersebut diketahui tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Helikopter berangkat dari Lanud Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, dengan tujuan melaksanakan operasi pemadaman di wilayah Sawaja, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin.
Dalam misi tersebut, helikopter juga melakukan pengambilan air (water bombing) di wilayah Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan.
Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, saat melakukan pengambilan air di Sungai Barito, helikopter mengalami insiden hingga terjatuh ke sungai.
Peristiwa itu sontak menggemparkan warga sekitar. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut merekam kondisi helikopter di tengah sungai hingga videonya menyebar luas di media sosial.
Helikopter yang sempat berada di tengah sungai kemudian berhasil ditarik ke tepian menggunakan kapal tugboat. Namun, satu kru masih terjebak di dalam badan helikopter hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Polisi telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi jatuhnya helikopter. Rencananya, proses evakuasi badan helikopter akan dilanjutkan pada Senin (9/11/2026) dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta instansi penerbangan terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan dan mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Eko menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, nelayan, dan seluruh pihak yang ikut membantu proses pencarian hingga evakuasi korban.
“Kami juga berterima kasih kepada warga masyarakat yang membantu dan menyampaikan informasi sehingga proses penanganan dan evakuasi berjalan lancar,” pungkasnya.(red)













