Personel Regu 10 yang dipimpin Iptu Agung Setiyanto berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang dipenuhi semak belukar. Petugas mengerahkan satu mesin pemadam Alkon dengan memanfaatkan sumber air dari sumur bor di sekitar lokasi.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Kondisi lahan gambut, terbatasnya sumber air, serta angin kencang menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api.
Dari sekitar satu hektare lahan yang terbakar, petugas berhasil memadamkan api di kurang lebih setengah hektare area. Sementara itu, sebagian lahan lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, melalui Padal Regu 10 Iptu Agung Setiyanto, menegaskan petugas terus berupaya mencegah api meluas, terutama ke area yang berpotensi membahayakan permukiman warga.
“Kami mengutamakan pemadaman pada area yang berpotensi mendekati rumah warga. Pembasahan dan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi api kembali menyala,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Meski sebagian titik api berhasil dikendalikan, kepulan asap masih terlihat di area bekas kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas harus tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api, terlebih di lahan gambut yang rawan terbakar.
Satgas Karhutla berencana melanjutkan pemadaman dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim relawan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sisa titik api dapat ditangani dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi karhutla. Warga yang melihat asap atau titik api di sekitar lahan maupun permukiman diimbau segera melapor agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas, sekaligus melindungi rumah warga dan lingkungan dari ancaman karhutla. (red/am)













