Palangka Raya, Nusaborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar mewaspadai aktivitas wisata dadakan di kawasan gosong sungai dan pantai-pantai pinggir sungai saat musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan kondisi sungai yang mengalami penyurutan saat kemarau justru dapat memunculkan potensi bahaya bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.
“Pada saat kemarau ini perlu diwaspadai wisata dadakan di gosong pinggir sungai maupun pantai-pantai di pinggir sungai. Hal ini bisa menimbulkan potensi korban jiwa,” kata Heri, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan karena sering memanfaatkan sungai sebagai lokasi bermain dan mandi. Padahal, kondisi sungai yang surut tidak berarti aman, sebab masih terdapat potensi arus deras yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
BPBD Palangka Raya meminta masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak saat berada di sekitar sungai. Warga juga diimbau tidak mengabaikan faktor keselamatan meski kondisi air terlihat lebih rendah dibandingkan saat musim penghujan.
Potensi bahaya tersebut terutama perlu diperhatikan di sejumlah kawasan aliran sungai di Kota Palangka Raya, seperti sekitar Jembatan Kahayan dan kawasan Sungai Rungan di Kelurahan Petuk Ketimpun.
BPBD berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan kawasan sungai sebagai tempat rekreasi agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah. (red/am)













