Pemprov Kalteng

BPS Kalteng Ungkap Dinamika Ekonomi Awal 2026, Inflasi Terdorong Pangan dan Logam Mulia

×

BPS Kalteng Ungkap Dinamika Ekonomi Awal 2026, Inflasi Terdorong Pangan dan Logam Mulia

Sebarkan artikel ini
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman saat memaparkan BRS 2026. (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mempublikasikan kondisi sosial ekonomi terkini melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Tahun 2026, yang disampaikan secara daring dari Ruang Vicon BPS Kalteng dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BPS, Senin (2/2/2026).

Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, M. Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa rilis BRS kali ini mencakup tujuh indikator strategis yang menggambarkan pergerakan ekonomi daerah, mulai dari inflasi, kesejahteraan petani, perdagangan luar negeri, sektor pariwisata, transportasi, hingga perkembangan produksi tanaman pangan.

Ia mengungkapkan, Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencatat inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month-to-month). Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan kontribusi paling besar terhadap kenaikan indeks harga.

“Komoditas yang dominan memicu inflasi di antaranya daging ayam ras, emas perhiasan, ikan gabus, ikan nila, dan beras. Di sisi lain, turunnya harga bawang merah dan cabai rawit turut menahan laju inflasi agar tidak lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,09 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang utama, seiring dengan penyesuaian tarif listrik dan kenaikan harga emas perhiasan.

Dari aspek kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah pada Januari 2026 berada di angka 134,67, naik tipis 0,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga yang diterima petani, khususnya dari komoditas gabah, karet, dan ayam ras pedaging.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif dengan capaian 140,39 atau meningkat 0,34 persen secara bulanan.

Pada sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Kalimantan Tengah sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar USD 3,54 miliar, mengalami penurunan 12,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit masih menjadi andalan utama, dengan negara tujuan ekspor terbesar Jepang, India, dan Tiongkok.

Di sisi impor, nilai kumulatif tercatat sebesar USD 37,70 juta atau turun signifikan sebesar 35,42 persen secara tahunan. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Kalimantan Tengah tetap berada pada posisi surplus.

Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 57,64 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 58.537 orang, mayoritas wisatawan domestik, dengan rata-rata lama menginap 1,34 malam.

Dari sisi transportasi, aktivitas penerbangan sepanjang Desember 2025 mencapai 1.400 penerbangan dengan jumlah penumpang berangkat sebanyak 72.260 orang. Aktivitas transportasi laut juga meningkat, ditandai dengan kunjungan 904 kapal dan naiknya volume bongkar muat barang di pelabuhan utama.

Pada sektor pertanian, BPS mencatat adanya penurunan luas panen padi sepanjang 2025 sebesar 12,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi turut mengalami penurunan sebesar 8,94 persen, terutama akibat berkurangnya luas panen pada periode September hingga Desember 2025.

“Kendati demikian, berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA), potensi luas panen padi pada awal 2026, khususnya periode Januari hingga Maret, diperkirakan mulai mengalami peningkatan,” tutup Taufiqurrahman. (red/am)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *