Pesan itu disampaikan Irawati saat menutup MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-26 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur 2026 di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Rabu (7/10/2026).
Menurut Irawati, ajang keagamaan tersebut harus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan MTQ dan FSQ tidak cukup diukur dari hasil perlombaan.
“Pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni-seni Islami, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 Kotim berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti kafilah dari 17 kecamatan dengan jumlah peserta MTQ sebanyak 357 orang dan peserta Festival Seni Qasidah sebanyak 78 orang.
Irawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Camat Mentaya Hulu beserta jajaran, panitia, dewan hakim, dewan juri, panitera, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), serta masyarakat setempat.
Dia juga mengapresiasi Kecamatan Mentaya Hulu yang telah menjadi tuan rumah dan memberikan sambutan kepada seluruh kafilah dari berbagai wilayah di Kotim.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ dan FSQ juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mempererat hubungan antarkecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Irawati mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi. Namun, dia mengingatkan agar pencapaian itu tidak membuat para juara cepat berpuas diri.
Para peserta yang meraih kemenangan diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Bagi yang sudah dinyatakan sebagai pemenang, saya harapkan jangan berpuas diri, tetapi lakukan langkah-langkah peningkatan kemampuan dan terus berlatih mempersiapkan diri untuk event MTQ dan FSQ tingkat provinsi nanti,” pesannya.
Irawati juga meminta LPTQ dan LASQI Kotim memperkuat pembinaan secara berkelanjutan terhadap peserta di seluruh cabang perlombaan.
Pembinaan tersebut dinilai penting agar para juara yang nantinya mewakili Kotim di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dapat tampil maksimal dan membawa hasil terbaik.
Pelaksanaan MTQ ke-57 dan FSQ ke-26 tahun ini mengusung tema “Baca Al-Qur’an, Hayati dan Amalkan Kandungannya untuk Akselerasi Pembangunan di Bumi Habaring Hurung Guna Mewujudkan Kotawaringin Timur Ber-AKHLAK HARATI.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berkarakter.
Sebelumnya, Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor secara resmi membuka kegiatan tersebut di Kuala Kuayan pada Sabtu (3/10/2026). Saat pembukaan, dia juga menekankan agar MTQ tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Menjelang penutupan, Irawati turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Mentaya Hulu atas keramahan dan dukungan selama kegiatan berlangsung. Dia juga mendoakan agar seluruh kafilah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.
Dengan berakhirnya MTQ ke-57 dan FSQ ke-26, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut tidak hanya meninggalkan catatan prestasi bagi para peserta, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Irawati kemudian secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Dia berharap kerja keras semua pihak mendapat ridha Allah SWT dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur. (red)













