Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Musim kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah membuat kebutuhan dasar masyarakat semakin meningkat.
Tak hanya bantuan pangan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) turut mendistribusikan air bersih, masker, dan vitamin kepada warga yang terdampak kondisi tersebut.
Di Kabupaten Kapuas, bantuan disalurkan di sejumlah lokasi. Di Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, pemerintah menyediakan 3.500 paket melalui pasar murah dan 1.644 paket Kebutuhan Hidup Bersubsidi (KHBS).
Selain bahan kebutuhan pokok, warga juga mendapatkan 5.000 masker dan vitamin sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak asap dan kondisi kemarau.
Bantuan serupa disalurkan di Kecamatan Basarang. Sebanyak 1.000 paket bantuan pangan, 1.000 masker dan vitamin diberikan kepada masyarakat.
Pemprov Kalteng juga mendistribusikan 50.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus kebersamaan dengan masyarakat yang menghadapi dampak kemarau panjang dan karhutla.
“Kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang. Kebakaran lahan juga telah terjadi dalam waktu yang cukup lama. Hampir dua bulan kita bersama-sama berjibaku menghadapi kondisi tersebut,” ujar Agustiar saat memberikan sambutan di Kantor Kecamatan Kapuas Timur.
Menurut dia, kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dan bantuan kebutuhan pokok semakin penting untuk diperhatikan.
Tak hanya di Kabupaten Kapuas, bantuan juga telah disalurkan Pemprov Kalteng ke sejumlah wilayah di 14 kabupaten/kota selama musim kemarau. Secara keseluruhan, bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 3.358.850 liter.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang harus bertahan di tengah kemarau panjang sekaligus menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Bagi warga, air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi kebutuhan sehari-hari yang semakin sulit diperoleh ketika kemarau berlangsung panjang. (red)













